Ungkap & Razia Social Kitchen: Wartawan Media Islam Ditangkap

Situs Portal Berita Online BandarQQ.rocks
bandarq

SEORANG jurnalis media Islam, Ranu Muda Nugroho, ditangkap Tim Gabungan Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng dan Polresta Solo.

Wartawan media Islam online itu ditangkap di rumahnya di Ngasinan, Grogol, Sukarjo, Kamis (22/12/2016).

Ranu ditangkap alasannya ialah menulis isu wacana restoran Social Kitchen di situs Panjimas, dan didakwa turut merencanakan sekaligus ikut melaksanakan agresi sweeping terhadap restoran tersebut.

Tulisannya di Panjimas berjudul “Seolah Kebal Hukum, Social Kitchen Menjadi Tempat Favorit bagi Pecinta Miras dan Kemesuman” menyebutkan, Social Kitchen merupakan kawasan favorit yang menyediakan bermacam-macam brand minuman keras.

“Selain dipakai sebagai kawasan makan Social Kitchen juga menyediakan kawasan untuk pesta miras. Bagi pengunjung yang tiba dikenakan tarif 50 ribu dan mendapat satu boto minuman keras. Di diskotik tersebut setiap hari mempunyai aktivitas yang berbeda-beda mulai dari bintang tamu disc jokey sampai sexy dance,” tulisnya.

Ranu juga menceritakan kronologis penggrebekan Social Kitchen oleh ormas Islam yang diliputnya.

Dilansir Solo Pos, oleh polisi Ranu Muda dijadikan salah satu tersangka aksi sweeping di Social Kitchen Solo.

“Barang bukti yang disita kamera digital brand Canon, pakaian yang dipakai ketika sweeping di Social Kitchen [sepatu, celana panjang, baju hitam, sebo, topi], tas ransel brand Polo warna coklat, dua unit laptop brand Asus, dan dua unit HP,” ujar Karo Penmas Mabes Polisi Republik Indonesia Brigjen Rikwanto, Jumat (23/12/2016).

Menurut Rikwanto, Ranu terlibat sebagai tim propaganda kelompok yang melakulan kekerasan gotong royong ketika agresi sweeping di Social Kitchen, Minggu (18/12/2016). Ranu Muda merupakan rekan dan bab dari kelompok yang melaksanakan perusakan dan penganiayaan di lokasi kejadian.

“Tersangka ini juga ikut melaksanakan perencanaan, dan ikut dalam rombongan sweeping serta melaksanakan pengrusakan,” kata Rikwanto.

Tersangka juga mendokumentasikan semua agresi rekan-rekannya kemudian dimuat di Tabloid Panjimas milik tersangka yang beredar di kalangan sendiri. 

“Tersangka ketika ini di bawa ke Polda Jateng guna investigasi lebih lanjut. Kemungkinan adanya tersangka lainnya masih dalam pengembangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan jumlah tersangka penganiayaan dan pengurusakan Social Kitchen ini kembali bertambah. Sudah ada tujuh tersangka sampai Kamis (22/12/2016).

“Kita akan kembangkan terus kasus ini, alasannya ialah ketika itu lebih kurang 50 orang yang masuk ke Social Kitchen dan melaksanakan pengrusakan. Saya minta sebanyak mungkin melaksanakan penangkapan terhadap mereka biar ada dampak jera,” kata Kapolri.*

Author: Portal Berita Online