Tiga Duel Kunci Timnas Indonesia Vs Singapura

Tiga Duel Kunci Timnas Indonesia Vs SingapuraTimnas Indonesia akan menjalani laga krusial Grup A Piala AFF 2016 melawan timnas Singapura di Stadion Rizal Memorial, Manila, Jumat (25/11) malam. Berikut ini tiga kunci duel pertandingan panas tersebut.

Tiga Duel Kunci Timnas Indonesia Vs Singapura

Boaz Solossa vs Madhu Mohana

Kapten Timnas Indonesia yang sudah mencetak dua gol di Piala AFF 2016, akan kembali menjadi andalan tim Merah Putih untuk mencetak gol ke gawang Singapura. Boaz merupakan pemain paling senior di skuat Timnas Indonesia saat ini.

Meski sudah memperkuat Timnas Indonesia sejak 2004, Boaz masih mampu menjadi andalan di tim Garuda. Sprint pendek yang cepat, kedua kaki yang sama kuatnya, serta pergerakan tanpa bola yang impresif menjadi andalan Boaz.

Sementara Mohana bek serba bisa yang dimiliki Singapura saat ini. Selain bermain sebagai bek kanan, bek 25 tahun itu juga bisa bermain sebagai bek tengah. Menjadi bagian timnas Singapura sejak 2013, pemain Warriors FC itu belakangan menjadi andalan pelatih Varadaraju Sundramoorthy sebagai pengganti Baihakki Khaizan.

Meski kalah pengalaman dari Boaz, Mohana tetap akan sulit ditembus penyerang Persipura Jayapura tersebut. Mohana punya keunggulan di stamina dan fisik, Boaz punya keunggulan pengalaman.

Andik Vermansah vs Shakir Hamzah

Andik merupakan andalan Indonesia ketika melakukan serangan balik. Seperti yang ditunjukkan pemain Selangor FA itu ketika menghadapi Filipina, saat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti berujung pada gol Boaz.

Andik akan berhadapan langsung dengan Hamzah yang akan mengisi posisi bek kiri. Hamzah sudah mengoleksi 30 caps bersama timnas Singapura meski baru 24 tahun. Hamzah merupakan bagian dari timnas Singapura ketika meraih medali perunggu di SEA Games 2013.

Rudolof Yanto Basna vs Safuwan Baharudin

Safuwan merupakan salah satu pemain serba bisa yang dimiliki timnas Singapura. Memiliki posisi alami sebagai bek tengah, pemain 25 tahun itu bisa tampil sebagai gelandang bertahan, gelandang serang, dan penyerang.

Belakangan Safuwan lebih banyak dimainkan pelatih Varadaraju Sundramoorthy sebagai gelandang serang. Safuwan bisa menjadi ancaman berbahaya bagi Basna yang belum menunjukkan permainan konsisten.

Basna merupakan salah satu bek yang diprediksi akan menjadi masa depan timnas Indonesia. Namun, bek Persib Bandung itu terlihat rapuh dan sering melakukan kesalahan tidak perlu. Basna juga beberapa kali terlihat mudah terpancing keluar wilayah pertahanan Indonesia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *