Tidak Semua Merah Putih Bendera Negara, Fahmi Tidak Melecehkan

Portal Berita Online
situs bandarq

 semua kain yang mengandung unsur warna merah dan putih itu yaitu Bendera Negara Indonesi Tidak Semua Merah Putih Bendera Negara, Fahmi Tidak Melecehkan

TIDAK semua kain yang mengandung unsur warna merah dan putih itu yaitu Bendera Negara Indonesia. Pasalnya, bendera sebagai lambang negara itu sudah diatur dalam undang-undang, antara lain soal ukuran.

Undang-Undang menyebutkan, Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bab atas berwarna merah dan bab bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.
Demikian dikemukakan pakar aturan pidana Universitas Indonesia (UI) Ganjar L Bondan. Ia menolak anggapan yang menyebut seluruh bendera Merah-Putih disebut sebagai lambang negara.

“Kalau kita bicara mengenai kejahatan terhadap bendera, harus lihat dulu. Harus paham dulu apa itu bendera,” katanya kepada detikcom.
“Yang utama, di UU No 24 Tahun 2009 Pasal 4, itu disebutkan apa itu bendera. Dan ukuran-ukuran bendera, dan masing-masing keperluannya. Jadi, kalau melihat apa yang ada di pasal 4 itu, tidak semua benda yang atasnya merah bawahnya putih yaitu bendera,” terang Ganjar.

“Jadi kita harus lihat dulu, apakah yang warna merah dan putih itu bendera atau bukan. Kalau ternyata bendera, gres ada larangannya. Larangannya termasuk mencoret-coret,” sambungnya. 

Ganjar pun menyoroti apa yang dilakukan Nurul Fahmi yang membawa bendera merah putih bertuliskan kalimat tauhid ala bendera Arab Saudi. Fahmi lalu ditangkap polisi dan sekarang menjadi tahanan luar dengan jaminan Ustadz Arifin Ilham.

“Kalau ditulis-tulis dengan maksud melecehkan, masak beliau bawa-bawa, beliau kibarin? Yang ada beliau injek-injek. Tidak semua benda yang atasnya merah bawahnya putih itu bendera,” ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, ada ukuran yang mengikat dan menjadi ketentuan untuk membedakan bendera yang masuk dalam pembagian terstruktur mengenai lambang negara. 

“Bendera itu rasio panjang kali lebarnya itu, 2 banding 3. Dan ada beberapa ukuran untuk setiap kegiatan, itu diatur. Maka untuk acara tertentu tapi nggak sesuai yang diatur UU kita dapat bilang itu bukan bendera,” urai Ganjar.

Kalaupun yang dibawa oleh Fahmi merupakan sebuah bendera, berdasarkan Ganjar, tidak ditemukan maksud melecehkan dari acara itu. Dia pun menyayangkan penahanan yang dilakukan polisi terhadap Fahmi.

“Ditahan berdasarkan saya berlebihan. Di kasus itu, berdasarkan saya, itu bendera, bendera itu ada lafaz Arab ya. Apa iya menuliskan lafaz Arab itu di bendera merah putih niatnya untuk melecehkan, merendahkan, menghina bendera kebangsaan? Menurut saya tidak,” tegasnya.

“Jadi dalam kasus itu, berdasarkan saya, tidak ada tindak pidananya. Karena tidak ada tindak pidananya, nggak ada yang dapat jadi tersangka, nggak ada yang harus ditahan,” sambung Ganjar.

Dalam UU No. 24 tahun 2009 pasal 4 (1) disebutkan, Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bab atas berwarna merah dan bab bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama. 

Nurul Fahmi sendiri mengungkapkan alasannya mengibarkan bendera merah putih bertuliskan La Ilaha Illallah. Hal itu, kata ia, dilakukan sebagai bentuk rasa nasionalisme. 

“Hanya semangat untuk nasionalis, semangat berjuang bersama,” kata Nurul, usai ditangguhkan penahanannya oleh polisi, Selasa (24/1/2017).
Nurul Fahmi sama sekali tidak menyangka kalau bendera yang dibawanya akan mengantarkan dirinya ke tahanan Polres Jakarta Selatan. Nurul Fahmi ditahan alasannya yaitu sudah membawa bendera yang ditulisi kalimat tauhid.
“Bendera yang saya gunakan kemarin itu sudah sering saya bawa setiap agresi bela Islam,tapi tidak pernah ada masalah,” katanya kepada Republika.co.id.
Nurul Fahmi menyampaikan niat untuk menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sudah ada. Yang tujuannya untuk melaksanakan penjelasan  bahwa dirinya tidak ada sama sekali bermaksud untuk melecehkan lambang negara berupa bendera merah putih. 
“‎Bagaimana saya mau melecehkan bendera orang saya mantan anggota Paskibra,” ujarnya.*

Author: Portal Berita Online