Sudah 13 Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Hutan di Israel

Sudah 13 Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Hutan di IsraelTel Aviv – Polisi Israel kembali menangkap satu orang yang diduga menjadi dalang dibalik peristiwa kebakaran hutan yang melanda beberapa daerah di Israel. Hingga kini sudah 13 orang yang ditangkap karena dicurigai sengaja memicu kebakaran hutan di wilayah tersebut.

Sudah 13 Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Hutan di Israel

Dilansir Reuters, Sabtu (26/11/2016), Menteri Keamanan Gilad Erdan mengatakan, total sudah ada 13 orang ditangkap. Hingga kabar ini diturunkan, belum diketahui identitas orang yang ditangkap tersebut. Sedangkan kebakaran terus meluas hingga ke daerah Tepi Barat dan Yerusalem.

“Mereka yang ditangkap adalah warga minoritas, motifnya mungkin rasa nasionalisme,” ucap Erdan.

Para petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha memadamkan kebakaran hutan yang terus melanda wilayah sekitar Yerusalem dan juga wilayah Israel bagian utara.

Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyebutkan bahwa sebelumnya 12 orang telah ditahan oleh kepolisian. Mereka ditangkap baik saat hendak memicu kebakaran baru atau saat melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun Rosenfeld tidak menjelaskan lebih lanjut soal mereka yang ditangkap.

Dalam pernyataan sebelumnya, PM Netanyahu menyebut para pelaku yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan ini sebagai teroris. Dia menegaskan akan menindak secara tega oknum dibalik tragedi itu.

“Setiap api yang merupakan hasil dari pembakaran atau hasutan untuk pembakaran adalah teror dalam segala hal dan kami akan memperlakukannya seperti itu,” kata Netanyahu sepertti dikutip surat kabar Haaretz, Jumat (25/11/2016) waktu setempat.

“Siapa pun yang mencoba untuk membakar bagian dari negara Israel akan dihukum berat,” tambahnya.

Secara terpisah, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gilad Erdan juga menyebut para pelaku pembakar hutan berasal dari kelompok ‘minoritas’, sebutan merujuk pada warga Israel keturunan Arab atau warga Palestina.

“Kemungkinan paling tinggi soal motifnya adalah nasionalisme (ekstrem),” tutur Erdan kepada media lokal, Army Radio.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *