Sopir Bus Dan Kemenhub Komentari Om Telolet Om

Kumpulan Portal Berita Online BandarQQ.rocks
ceme 99 online

Sopir Bus dan Kemenhub Komentari Om Telolet Om Sopir Bus dan Kemenhub Komentari Om Telolet Om
OM TELOLET OM mendunia. Meski sudah mulai mereda, namun komentar sejumlah sopir bis berikut ini layak disimak.

Dilansir CNN Indonesia, Kamis (22/10/2016), sejumlah sopir bus memperlihatkan komentar soal Om Telolet Om ini.

Salah satu sopir bus, Saimin, mengatakan, bunyi klason bus “telolet” memang dinanti oleh para pemburunya di sepanjang jalurnya menuju Solo, Wonogiri, dan Purwantoro.

“Walah mas, kini itu tidak cuma bocah cilik. Ibu-ibu saja udah pada minta bunyiin di pinggir jalan pakai karton ditulis. Terus orang yang naik motor juga pada minta jikalau bus pada lewat,” ujarnya.

Menurutnya, usul membunyikan telolet atau ‘Om Telolet Om’ tidak hanya di sepanjang jalur trayeknya, melainkan juga di terminal masing-masing kota yang disinggahi, yakni Terminal Krisak, Wonogiri, dan lainnya.

Karena menyenangkan bagi anak-anak, situasi tersebut juga sempat dimanfaatkan oleh sebagian supir bus. Seorang operator bus Gajah Mungkur, sempat memperlihatkan syarat kepada belum dewasa biar mau membunyikan klakson.

“Teman saya, orang Gajah Mungkur. Suruh belum dewasa itu joget-joget dulu gres dibunyiin klaksonnya. Ya, mereka kesudahannya pada joget,” ujar salah seorang operator lain menimpali.

Sopir bus Sinar Jaya, Priyanto, menjelaskan, demam meminta bunyi telolelet kepada bus yang melintas sudah terasa semenjak tahun lalu. Namun, gres benar-benar dirasa pada penghujung tahun ini.

Ia mengaku sudah biasa menuruti usul para pemburu bunyi telolet dalam perjalanan dengan menekan beberapa tombol erat kemudinya.

Menurutnya, klakson variasi itu sudah banyak ditemui semenjak 2014 kemudian di bengkel-bengkel variasi klakson bus.

Di pihak lain, pihak Kementerian Perhubungan mengimbau kepada operator bus untuk tidak menuruti usul pemburu telolet.

Menteri Perhubungan tidak pernah melarang Bus Gunakan klakson Tolalet. Menhub menghimbau supir tidak menuruti usul membunyikan klakson di jalan yang membayakan keselamatan pemburu klakson.

Imbauan tersebut sebab cara yang dilakukan pemburu telolet terkesan membahayakan. Dari mengejar bus, sampai masuk tol.

Sopir bus jurusan Yogyakarta-Semarang, Joko Sentosa, mengaku telah memasang klakson telolet semenjak dua bulan lalu. Sebelumnya, dia hanya memakai klakson biasa.

“Saya pasang dua bulan yang lalu. Saya beli rangkaiannya terus saya pasang. ya biar ramai saja bunyi klaksonnya. Suaranya juga lucu kok,” tutur Joko di terminal Jombor, Sleman, DIY, speerti dilansir merdeka.com.

Menurutnya, fenomena pemburu telolet sudah ada semenjak beberapa bulan belakangan. Namun, gres sebulan terakhir ini menjadi sangat ramai. Ia mengaku, kebanyakan pemburu telolet yang ditemuinya yakni anak muda dan belum dewasa kecil.

Joko merasa tak keberatan untuk membunyikan klakson bersuara unik tersebut dikala ada segerombolan anak kecil yang memintanya. Bahkan, dia merasa senang dan teringat anaknya dirumah dikala belum dewasa kecil tersebut bangga sampai berjingkrak-jingkrak sebab bunyi klaksonnya.

Tak berbeda jauh dengan Joko, Suprapto (46) yang juga berprofesi sebagai supir bus mengaku tak keberatan untuk membunyikan klaksonnya dikala melihat gerombolan belum dewasa di jalan.

Namun, dia kadang juga merasa cemas sebab para bocah ini melambaikan tangan mereka, sedangkan bus yang dia kemudikan melaju dengan kencang. Ia khawatir mereka tersambar bus. Oleh sebab itu, dia sering menjauhkan laju busnya dari trotoar dikala menemui pemburu telolet.

OM TELOLET OM!!!

Author: Portal Berita Online