Penjelasan Panitia soal Tudingan Miring pada Parade Bhinneka Tunggal Ika

Penjelasan Panitia soal Tudingan Miring pada Parade Bhinneka Tunggal Ika

Jakarta РParade Bhinneka Tunggal Ika berlangsung di kawasan Bundaran Patung Kuda pada Sabtu (19/11) lalu. Meski acara berjalan lancar, sejumlah tudingan diterima pihak panitia. Penjelasan Panitia soal Tudingan Miring pada Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian di media sosial. Pertama terkait foto para peserta parade yang kedapatan menginjak rumput, serta dugaan pemberian sejumlah uang kepada para peserta. Bahkan dugaan penerimaan uang telah dimuat di sejumlah media.

Penjelasan Panitia soal Tudingan Miring pada Parade Bhinneka Tunggal Ika

Panitia parade menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk membersihkan sampah di area parade. Hanya saja jumlah tim yang kalah dari jumlah peserta membuat hal tersebut sulit dicegah.

“Tapi setelah acara selesai tepat pukul 12.00 WIB kami membantu petugas kebersihan untuk menyisir sampah-sampah, kami memastikan sebelum kami pergi, kawasan benar-benar bersih dari sampah,” tutur salah satu panitia, Nong Darol Mahmada.

Nong menjelaskan, panitia juga telah mengingatkan berkali-kali agar peserta tidak duduk di taman. Panitia bisa memastikan bahwa tak ada taman yang rusak.

“Meskipun demikian, kami mohon maaf dan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk selanjutnya,” ujarnya.

Terkait dugaan pemberian uang, Nong menegaskan tak ada satu pun peserta yang dibayar. Panitia hanya menyediakan 30 gerobak yang berisi beragam makanan dan ada pembagian air minum juga.

“Ingin kami tegaskan bahwa peserta yang hadir di acara parade tidak ada yang dibayar, tidak ada uang cash yang beredar di acara. Hal yang terkait dengan penyewaan sound system, panggung, transportasi logistik, kami menggunakan transfer,” tegasnya.

“Oleh karena itu kami tidak bertanggung jawab atas peredaran uang yang dibagikan saat acara berlangsung (kalau foto itu benar-benar asli dari acara, karena kami memperoleh beberapa foto yang dipastikan hoax yang dikaitkan dengan acara Parade Bhinneka), sayangnya pihak yang menulis dan melaporkan tidak melakukan check and recheck ke kami selaku panitia sehingga terkesan tendensius,” jelasnya.

Nong menambahkan, hal lain yang ingin dibantah adalah terkait tudingan adanya dukungan ke salah satu pasangan calon.

“Kami tegaskan dalam rangkaian acara parade, tidak ada teriakan salah satu calon, simbol dan atribut politik, bahkan Jakarta tidak kami teriakkan, tapi Indonesia. Inilah yel-yel kami: Siapa kita? Indonesia. Bagaimana Kita? Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *