Menko Polhukam Minta Masyarakat Sabar Tunggu Keputusan Gelar Perkara Kasus Ahok

Menko Polhukam Minta Masyarakat Sabar Tunggu Keputusan Gelar Perkara Kasus AhokJakarta – Menko Polhukam Wiranto mengimbau masyarakat sabar menanti hasil dari gelar perkara Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia juga meminta masyarakat tidak menggelar demo susulan 25 November nanti.┬áMenko Polhukam Minta Masyarakat Sabar Tunggu Keputusan Gelar Perkara Kasus Ahok.

“Jangan bicara demo, keputusan dulu bagaimana besok gelar perkara. Tinggal kita melihat keputusannya, 25 November kita harapkan tidak usah terjadi. Kenapa, karena proses sudah dikuti,” kata Wiranto di Kemenko Polhukan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).

Menko Polhukam Minta Masyarakat Sabar Tunggu Keputusan Gelar Perkara Kasus Ahok

Wiranto mengatakan pemerintah sudah mengakomodir keinginan masyarakat dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Tuntutan tersebut dijawab pemerintah dengan melaksanakan gelar perkara secara terbuka.

“Tuntutan 4 November kemarin sudah diikuti pemerintah bahwa kita akan melaksanakan suatu proses hukum yang transparan, tegas dan cepat,” imbuhnya.

Wiranto berharap masyarakat sabar menanti hasil dari gelar perkara tersebut. Dia menginginkan agar tidak ada yang merusak suasana damai dan sejuk yang ada selama ini.

“Kita sabar nunggulah. Jangan kemudian merusak sesuatu yang sudah baik. Akhirnya dengan keputusan gelar perkara akan gamblang, terang benderang. Salahnya bagaimana, keputusannya bagaimana,” jelasnya.

Gelar perkara mengenai dugaan penistaan agama oleh Ahok digelar di Mabes Polri pada hari ini. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan akan menyampaikan hasil gelar perkara esok hari.

“Jadi silakan masyarakat luas tunggu dengan baik hasil ini, kita hormati proses hukum yang sedang berjalan ini dan tentu untuk mendapatkan keputusan terbaik,” ucap Boy di ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (15/11).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *