Kartu Merah Musim Ini: Pemain-pemain MU 1, Mourinho 2

Kartu Merah Musim Ini: Pemain-pemain MU 1, Mourinho 2Jakarta – Untuk kali kedua di musim ini Jose Mourinho diusir wasit dari pinggir lapangan. Padahal dalam periode yang sama pemain-pemain MU baru sekali dapat kartu merah.

Kartu Merah Musim Ini: Pemain-pemain MU 1, Mourinho 2

Selepas pekan 13 Premier League, pemain-pemain Manchester United sudah menghasilkan 29 kartu kuning dan total melakukan 180 pelanggaran. Sementara untuk kartu merah baru satu pemain yang mendapatnya, dia adalah Ander Herrera, yang dapat dua kartu kuning saat The Red Devils diredam Burnley 0-0 beberapa waktu lalu.

Pada Fairplay Table 2016/2017 yang dirilis Transfer Market, MU ada di posisi 17. Sementara berada di urutan teratas (tim paling fairplay) adalah Burnley yang sejauh ini baru menghasilkan 19 kartu kuning dan sama sekali belum dapat kartu merah.

Tingkat kedisiplinan pemain MU sejauh ini tak bisa dibilang bagus. Tapi statistik mereka masih lebih oke dibanding manajernya, Jose Mourinho. Manajer asal Portugal itu sudah dua kali diusir wasit dari pinggir lapangan.

[Baca Juga: Mourinho Kembali Didakwa FA]

Pengusiran kedua terjadi pada akhir pekan kemarin, saat MU ditahan West Ham United 1-1. Mourinho dianggap melakukan tindakan tak patut saat menendang botol air minum di pinggir lapangan. Aksi itu dilakukan Mourinho sebagai bentuk frustrasi setelah Paul Pogba dikartu kuning akibat dianggap melakukan diving.

Padahal belum genap sebulan sebelumnya Mourinho juga diusir dari pinggir lapangan. Sebelumnya dia dapat pengusiran juga setelah secara verbal menyerang wasit Mark Clattenburg di lorong menuju ruang ganti saat MU diredam Burnley. Kejadian itu membuat Mourinho dihukum satu laga larangan menemani timnya untuk laga dengan Swansea City, plus denda 8.000 poundsterling.

Atas pengusiran kedua ini Mourinho diprediksi akan dapat hukuman lebih berat dan denda lebih besar.

Sepanjang kariernya sebagai manajer klub-klub oaoan atas Eropa, Mourinho sudah berulang kali terlibat masalah dengan kedisiplinan. Dia bukan saja kerap melakukan ‘perang’ dengan manajer lawan, tapi berulang kali bermasalah dengan wasit, ofisial pertandingan, dan bahkan federasi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *