Greysia/Nitya Melangkah Mulus ke Perempatfinal

Paris – Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melangkah mulus ke perempatfinal Prancis Terbuka Super Series. Sejumlah wakil Indonesia juga menyusul lolos.

Greysia/Nitya Melangkah Mulus ke Perempatfinal

Greysia/Nitya Melangkah Mulus ke PerempatfinalBertanding di Stade Pierre de Coubertin, Kamis (27/10/2016) malam WIB, Greysia/Nitya menang dua gim atas pasangan Taiwan Chiang Mei Hui/Hsu Ya Ching. Dalam partai yang berlangsung 37 menit itu, ganda putri Indonesia menang 21-9 dan 21-8.

Di babak perempatfinal, Greysia/Nitya selanjutnya akan menghadapi ganda China Huang Dongping/Li Yinhui. Belum pernah berhadapan satu sama lain, Greysia/Nitya akan mewaspadai penuh kekuatan para pemain muda ini.

“Kami belum pernah berhadapan. Mereka pemain muda, pasti punya semangat yang beda. Tipe permainan kami juga (mereka) belum tahu. Kami harus lebih siap lagi buat fokusnya, dan siap buat jaga kecepatan,” ujar Nitya dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport.

Kelolosan juga dipetik ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Angga/Ricky mengatasi pasangan Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh dengan 21-17 dan 21-17.

Berikutnya Angga/Ricky akan berhadapan dengan pemenang antara Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dengan Mohammad Ahsan/Berry Angriawan.

Sementara dari sektor tunggal putra, Indonesia tinggal menyisakan satu wakil. Jonathan Christie menjadi satu-satunya wakil tanah air di perempatfinal usai melewati hadangan pebulutangkis Inggris Rajiv Ouseph dengan 21-12 dan 21-12. Di babak ini, Jonathan akan menghadapi wakil pebulutangkis China Shi Yuqi.

Langkah Jonathan tak mampu diikuti Anthony Sinisuka Ginting. Anthony takluk dari unggulan ketiga asal Denmark Jan O Jorgensen dengan 20-22 dan 15-21.

Rossi Bersiap untuk Balapan yang Menguras Fisik di Sepang

Rossi Bersiap untuk Balapan yang Menguras Fisik di Sepang – Sepang – Sirkuit Sepang punya banyak kenangan manis untuk Valentino Rossi. Tapi lintasan yang sama menghadirkan tantangan besar karena menguras fisik semua pebalap.

Sejak kelas MotoGP mulai diperlombakan, Rossi tercatat sudah lima kali jadi juara di Sirkuit Sepang. Sementara pada dua tahun terakhir meski gagal jadi juara dia selalu bisa finis di atas podium.

Rossi Bersiap untuk Balapan yang Menguras Fisik di SepangUntuk balapan di lintasan yang sama pada akhir pekan ini, Rossi punya target besar untuk diraih. Dia harus bisa finis di depan Jorge Lorenzo demi menjaga kans menuntaskan musim sebagai runner up. Dengan tinggal ada dua seri tersisa musim ini, The Doctor unggul 24 poin atas rekan setimnya itu.

Diakui Rossi, balapan di Sepang tidak akan mudah. Suhu panas membuat MotoGP Malaysia jadi salah satu yang terberat yang ada di sepanjang musim.

“Sepang adalah salah satu trek favorit saya. Saya sangat menyukainya, tapi itu juga menjadi salah satu sirkuit paling sulit di sepanjang musim karena cuacanya. Selalu sangat panas dan Anda harus sangat berhati-hati dengan apa yang Anda makan dan minum,” cetus Rossi.

“Akhir pekan di Malaysia sangat menuntut fisik Anda, tapi saya dalam kondisi baik. Akhir pekan di Phillip Island sangat rumit tapi pada akhirnya kami menjalani balapan yang bagus dan saya gembira atas hasil itu. Saya harap di Malaysia kami bisa kembali bekerja dengan baik sejak latihan bebas pertama. Saya ingin menjalani balapan yang bagus dan kembali naik podium,” paparnya lagi di situs resmi MotoGP.

Crutchlow Ingin Awet di MotoGP seperti Rossi

Crutchlow Ingin Awet di MotoGP seperti Rossi – Jakarta – Cal Crutchlow mengaku masih punya banyak target yang ingin dicapai di MotoGP. Oleh karenanya, dia berharap bisa bertahan lama layaknya Valentino Rossi.

Karier Crutchlow di MotoGP terbilang telat karena baru masuk di tahun 2011 bersama tim Yamaha Tech 3. Sebelumnya, karier Crutchlow banyak dihabiskan di ajang balap motor dunia lainnya termasuk World Superbike Championship.

Selama lima tahun terjun di balapan MotoGP karier Crutchlow sendiri terbilang biasa-biasa saja. Meski sempat memperkuat Ducati pada 2014, Crutchlow tak cukup bagus karena hanya bisa finis di posisi ke-13 dan sekali naik podium.

Di tim satelit seperti Tech 3, dan kini LCR Honda, pun Crutchlow hanya mampu meraih posisi kelima sebagai finis terbaiknya di musim 2013 di bawah Valentino Rossi.

Musim 2016 boleh dibilang jadi penampilan terbaik pebalap asal Inggris Raya itu mengingat dia meraih dua kemenangan, yakni di Republik Ceko dan Australia. Saat ini dia masih berada di posisi keenam klasemen pebalap dengan 141 poin.

Crutchlow memang sudah tak muda lagi, sudah 30 tahun. Namun, dia berencana untuk terus membalap di MotoGP. Dia ingin bisa seperti Rossi yang masih kompetitif di usia 38 tahun.

“Ya, tentu saja saya sudah punya rencana ke depannya. Saya berpikir soal Valentino (Rossi), umur sepertinya tidak berpengaruh apapun. Kini orang lebih banyak melihat para pebalap muda. Tapi, pada akhirnya waktunya mereka pensiun akan datang juga,” tutur Crutchlow menjawab pertanyaan detikSport dalam sesi wawancara di Empirica Lot 8 SCBD, Sudirman, Selasa (25/10/2016) sore WIB tadi.

Crutchlow Ingin Awet di MotoGP seperti Rossi

Crutchlow Ingin Awet di MotoGP seperti Rossi
“Jika pebalap tua masih cepat, saya pikir Anda tidak butuh pebalap muda untuk saat ini. Para pebalap muda masih harus belajar. Jika Anda butuh hasil dan juga tim, pebalap muda itu lebih berisiko. Jadi, tentunya saya masih ingin membalap untuk beberapa tahun ke depan, tapi saya belum tahu berapa lama,” sambungnya.

“Saya ingin mencoba jadi seperti Valentino saja atau Loris Capirossi, membalap hingga umur 40 tahun. Saya tidak tahu pastinya kapan, tapi yang pasti saya masih akan membalap untuk beberapa tahun ke depan.”

Soal rencana pensiun, Crutchlow sendiri sudah punya merencanakan untuk berbisnis dan yang paling utama: mengantar anaknya bersekolah. Crutchlow, yang menikah dengan Lucy Heron pada 2014, punya anak perempuan bernama Willow yang baru lahir 2 Agustus lalu.

“Setelah pensiun? Saya sudah punya rencana. Kini saya punya investasi kecil-kecilan, bisnis. Yang pasti tidak banyak bepergian dan aktivitas. Jika harus pensiun saat ini, saya sendiri belum tahu mau apa,” paparnya.

“Saya punya istri dan putri. Saya tentu akan menghabiskan banyak waktu dengan mereka. Mengantar anak ke sekolah akan jadi prioritas utama saya,” tutupnya.