Lorenzo Menangi Balapan Terakhirnya bersama Yamaha

Lorenzo Menangi Balapan Terakhirnya bersama YamahaValencia – Jorge Lorenzo menandai perpisahannya dengan Yamaha dengan cara yang manis. Lorenzo tampil sempurna dalam balapan MotoGP Valencia dan Lorenzo Menangi Balapan Terakhirnya bersama Yamaha.

Lorenzo, yang akan pindah ke Ducati mulai musim depan, memulai lomba sepanjang 30 lap di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (13/11/2016), dari posisi terdepan. Pebalap Spanyol itu mampu mempertahankan posisinya sejak start sampai menyentuh garis finis. Dia menyelesaikan lomba dalam waktu 45 menit 54,228 detik.

Lorenzo Menangi Balapan Terakhirnya bersama Yamaha

Di posisi kedua ada pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. Marquez finis 1,185 detik di belakang Lorenzo.

Pebalap Ducati, Andrea Iannone, merebut podium ketiga. Iannone memenangi duel dengan Valentino Rossi, yang harus puas finis di posisi keempat dalam balapan terakhir musim ini.

Posisi kelima jadi milik rider Suzuki, Maverick Vinales. Di belakang Vinales ada Pol Espargaro, Andrea Dovizioso, Aleix Espargaro, Bradley Smith, dan Alvaro Bautista.

Jalannya Balapan

Lorenzo tak membuat kesalahan saat start. Dia langsung melesat dan berhasil mempertahankan posisi terdepan di tikungan pertama. Iannone menyodok ke posisi kedua, sementara Vinales naik ke posisi ketiga.

Start Marquez kurang mulus dalam balapan kali ini. Dari posisi kedua, dia melorot ke posisi kelima. Dia ada tepat di belakang Rossi.

Memasuki putaran kelima, Rossi berhasil menyalip Vinales dari sisi dalam untuk mengambil alih posisi ketiga. Tak berselang lama, giliran Marquez yang melewati Vinales dan naik ke urutan keempat.

Pedrosa mengalami crash di tikungan kedua pada lap ketujuh. Pada lap yang sama, Rossi berhasil menyalip Iannone untuk merebut posisi kedua. Namun, Iannone mampu kembali ke posisi tersebut setelah melewati Rossi di lintasan lurus.

Saat rival-rivalnya bertarung ketat di belakang, Lorenzo cukup nyaman memimpin lomba. Pada putaran kedelapan, dia unggul hingga 2,5 detik.

Rossi dan Iannone beberapa kali saling salip untuk memperebutkan posisi kedua. Saat Rossi mulai stabil di posisi kedua, Iannone mendapatkan tekanan dari Marquez. Meski sempat disalip Marquez pada lap ke-11, tapi Iannone mampu merebut kembali posisi ketiga.

Pertarungan kembali sengit pada lap ke-17. Iannone berhasil merebut posisi kedua dari Rossi. Meski Rossi sempat merebutnya kembali, tapi itu tak berlangsung lama karena Iannone segera mengambil alih posisi kedua lagi.

Rossi tak cuma kehilangan posisi kedua. Dia bahkan melorot ke urutan keempat karena dilewati Marquez pada lap ke-19. Pada putaran berikutnya, Marquez mampu menyalip Iannone untuk naik ke posisi kedua.

Lorenzo benar-benar tak tertandingi dalam balapan kali ini. Saat lomba menyisakan enam putaran, dia unggul sekitar 3,5 detik di depan Marquez.

Sementara itu, Rossi menemui kesulitan untuk merebut posisi ketiga dari Iannone. Dia mampu melakukannya pada lap ke-24, tapi kembali turun ke posisi keempat pada lap berikutnya.

Keunggulan Lorenzo atas Marquez perlahan-lahan terpangkas. Saat balapan menyisakan tiga lap, dia cuma unggul 2,29 detik atas Marquez.

Akan tetapi, hal itu bukan masalah besar karena Lorenzo tetap finis sebagai pemenang. Marquez menyusul di posisi kedua, sedangkan Iannone berhasil mengalahkan Rossi dalam perebutan posisi ketiga. Lorenzo Menangi Balapan Terakhirnya bersama Yamaha.

Lorenzo Rebut Pole Position di Valencia

Lorenzo Rebut Pole Position di ValenciaValencia – Rider Yamaha, Jorge Lorenzo, menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi MotoGP Valencia. Pebalap Spanyol lainnya, Marc Marquez, menempati posisi dua. Lorenzo Rebut Pole Position di Valencia.

Di Sirkuit Ricardo Tormo, Sabtu (12/11/2016) malam WIB, Lorenzo menjadi yang tercepat dengan catatan waktu satu menit 29,401 detik. Dia unggul 0,340 detik dari Marquez yang ada di belakangnya.

Lorenzo Rebut Pole Position di Valencia

Saat sesi kualifikasi tinggal kurang satu menit, Marquez sempat mengejar jarak dengan Lorenzo. Tapi, pada akhirnya dia tak mampu melampaui catatan waktu pebalap yang akan menyeberang ke Ducati musim depan.

Sementara di posisi tiga,Rossi mencatatkan waktu 0,727 lebih lambat dariLorenzo. Dia memperbaiki posisi dari latihan bebas terakhir, yang hanya ada di posisi sembilan. Melengkapi posisi lima besar, adaMaverickVinales danAndreaDovizioso.

Hasil kualifikasi MotoGP Valencia

Hasil kualifikasi MotoGP Valencia

Ini Daftar 12 Anggota Komite Eksekutif PSSI

Ini Daftar 12 Anggota Komite Eksekutif PSSIJakarta – Pemilihan anggota Komite Eksekutif telah selesai. Ada 12 orang yang terpilih menjadi Exco dibawah kepengurusan Ketum PSSI Letjen Edy Rahmayadi.

Dalam kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (10/11), pemilihan anggota Exco menjadi agenda terakhir. 107 voter kembali melakukan pemilihan anggota Exco, masing-masing voter memilih 12 calon.

Ini Daftar 12 Anggota Komite Eksekutif PSSI

Setelah melalui proses cukup lama, nama Hidayat menjadi paling banyak dipilih. Dia sukses mendulang 72 suara. Dengan demikian, kongres hari ini resmi ditutup.

Berikut Daftar 12 Anggota Exco:

1. Hidayat
2. Yunus Nusi
3. Condro Kirono
4. Gusti Randa
5. Pieter Tanuri
6. Juni Ardianto Rachman
7. AS. Sukawjaya
8. Johar Lin Eng
9. Refrizal
10. Dirk Soplanit
11. Verry Mulyadi
12. Papat Yunisal

Ketum PSSI: Letjen Edy Rahmayadi
Waketum PSSI 1: Joko Driyono
Waketum PSSI 2: Iwan Budianto

Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XV

Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XVJakarta – Peparnas XV memang spesial. Di hari pertama, emas pertama diraih oleh Azwar Saputra. Atlet lari asal Bangka Belitung itu menjadi yang tercepat di lomba lari nomor 5000 meter. Dia ternyata seorang tuna rungu dan juga tuna wicara. Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XV.

Saat berada di Media Center Peparnas XV di Ibis Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung, Azwar menjadi perhatian wartawan. Sebelum konprensi pers digelar, pemuda berusia 19 tahun itu sudah siap bersama pelatihnya, Ahmad Naji.

Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XV

Kontan sejumlah wartawan yang ada di media center mencoba mewawancarainya. Namun, untuk melakukan hal itu terkendala komunikasi dan bahasa yang dilakukan. Para wartawan kesulitan karena harus menggunakan bahasa isyarat. Lucunya, sang pelatih pun tak bisa banyak menggunakan bahasa isyarat. “Saya hanya menggunakan bahasa batin saja kalau melatih,” kata Ahmad Naji sambil tersenyum.

Beruntung, panitia memiliki perwakilan dari Dinas Sosial untuk menerjemahkan. Maka terjadilah wawancara dengan menggunakan penerjemahan bahasa isyarat. Ditanya tentang perasaannya bisa meraih medali emas, Azwar hanya mengacungkan tangan yang terkepal depan dadanya sambil tersenyum. Menurut penerjemah, atlet berusia kelas 3 SLB C itu merasakan bahagia. “Katanya dia bahagia,” penerjemaah menjelaskan kepada wartawan.

Pelatih Azwar, Ahmad Naji, mengaku tak sengaja bertemu dengan Azwar. Sehari-hari Naji bekerja sebagai guru olahraga. Saat bertemu, Azwar belum sekolah. Ia lalu menawarkan untuk sekolah dan berolahraga kepadanya. Azwar mau dan ia pun sekolah di SLB. “Itu dua tahun lalu,” katanya.

Ia pun mengajak Azwar untuk berolahraga. Setiap hari ia lari di kampungnya. Awalnya ia yang datang ke rumah Azwar. Namun kemudian Azwar malah sebaliknya yang sering datang ke rumah Naji. Sejak itu Azwar dikenalkan olahraga lari.

Meskipun demikian, melatih Azwar ternyata bukan perkara mudah. Selain sering mengalami komunikasi dan bahasa, Azwar terkadang sulit diatur. Saat latihan, katanya, Azwar sering melakukan kegiatan lain. “Misalnya dia masih tidur saat saya datang ke rumah,” katanya seraya menambahkan dia menyadari harus bersabar untuk melatih Azwar.

Naji mencontohkan, saat akan bertanding Azwar dan dirinya sempat ketinggalan bis yang membawa atlet ke venue atletik di stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api). Terpaksa, Azwar dan Naji pun pergi dengan menggunakan taxi dari hotel Ibis ke GBLA.

Namun ternyata, di kelas 5.000 meter, Azwar menjadi yang tercepat dan meraih medali pertama. Ditanya apakah dia akan ikut kejuaraan yang lebih tinggi, Azwar menggoyangkan telapak tangannya. Namun sang pelatih malah memberi bahasa isyarat telapak tangannya menanjak. Keduanya pun tersentum di antara kerumunan wartawan.

Lorenzo Menuju Balapan Terakhirnya bersama Yamaha

Lorenzo Menuju Balapan Terakhirnya bersama YamahaJakarta – Pekan depan Jorge Lorenzo Menuju Balapan Terakhirnya bersama Yamaha. Ia akan mengucap salam perpisahan di sirkuit Valencia.

“Akan jadi momen yang sangat emosional. Sembilan tahun dengan tim yang sama, sungguh berarti buatku,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Crash.net.

Lorenzo Menuju Balapan Terakhirnya bersama Yamaha

Lorenzo memulai kariernya di kelas MotoGP pada tahun 2008, setelah dua musim berturut-turut menjuarai kelas 250cc bersama Aprilia. Selama menunggangi Yamaha ia meraih 106 podium, 43 kemenangan, 38 pole position, dan tiga gelar juara dunia.

Musim depan ia akan memperkuat Ducati. Dan sebelum itu ia bertekad memberi kemenangan terakhir untuk Yamaha, yang dalam 10 seri terakhir tak berhasil menambah koleksi kemenangannya di musim ini.

“Aku sangat termotivasi untuk berlatih sekeras mungkin dan finis dengan kemenangan di Valencia. Pastinya takkan mudah karena kompetisi ini sangat ketat. Tapi kami akan mencobanya,” tukas dia.

Lorenzo pernah tiga kali meraih podium teratas di Valencia termasuk di musim lalu. Balapan pamungkas musim ini akan dihelat pada 13 November mendatang.

Usai Teken Kontrak Baru, Bale Ingin Raih Lebih Banyak Trofi bersama Madrid

Madrid – Gareth Bale begitu gembira setelah memperpanjang kontraknya dengan Real Madrid. Penyerang asal Wales itu ingin jumlah trofinya bersama Los Blancos terus bertambah. Usai Teken Kontrak Baru, Bale Ingin Raih Lebih Banyak Trofi bersama Madrid.

Usai Teken Kontrak Baru, Bale Ingin Raih Lebih Banyak Trofi bersama Madrid

Usai Teken Kontrak Baru, Bale Ingin Raih Lebih Banyak Trofi bersama Madrid

Kontrak baru Bale dengan Madrid akan berlaku hingga 2022 mendatang. Artinya, Bale akan berusia hampir 33 tahun ketika kontrak itu habis.

Dalam kontrak baru itu, Bale kabarnya mendapatkan gaji 350 ribu poundsterling per pekan setelah dipotong pajak. Angka itu disebut-sebut lebih tinggi daripada yang didapatkan oleh Cristiano Ronaldo.

(Baca juga: Dapat Kontrak Baru, Gaji Bale Lebih Besar Ketimbang Ronaldo)

Sejak direkrut Madrid dari Tottenham Hotspur pada 2013 lalu, Bale memang terhitung sukses. Dia sejauh ini telah mengemas 62 gol dalam 135 penampilan.

Koleksi gelar Bale di Madrid juga hampir lengkap. Dia telah memenangi Liga Champions dua kali, Copa del Rey, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa. Satu-satunya titel yang belum dia dapat adalah La Liga.

“Saya sangat bahagia di sini. Ketika saya pertama kali datang, saya ingin sukses dan memenangi trofi, dan memperbarui kontrak saya adalah mimpi lainnya yang jadi kenyataan. Semoga ada banyak trofi lainnya yang bisa saya menangi di sini,” ujar Bale seperti dikutip Sky Sports.

“Saya memperpanjang kontrak karena saya yakin kami bisa terus memenangi trofi dan Liga Champions. Saya merasa sangat bahagia di sini. Bahasa Spanyol saya makin bagus dan keluarga saya betah,” tambahnya.

Bale mengaku dirinya mungkin saja pensiun di Madrid. Tapi, untuk saat ini dia tak mau berpikir terlalu jauh.

“Saya akan senang menghabiskan kontrak saya di sini. Di masa mendatang, saya tak tahu kapan saya akan pensiun, tapi sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

“Saya sepenuhnya berkonsentrasi ke Real sejak berada di sini. Hal paling penting adalah berkonsentrasi ke permainan saya dan urusan lainnya akan ditangani oleh agen saya,” kata Bale.

Leganya Guardiola Setelah City Bisa Menang Lagi

Manchester – Bahkan manajer selevel Josep Guardiola merasa risau saat gagal menang enam laga beruntun. Poin penuh yang akhirnya didapat atas WBA sangat melegakan dirinya.

Dua gol Sergio Aguero dan dua gol Ilkay Gundogan memberi City kemenangan 4-0 saat bertamu ke West Bromwich Albion. Hasil laga tersebut mengantar The Citizens naik ke puncak klasemen Premier League, yang beberapa jam sebelumnya diambil alih Arsenal.

Leganya Guardiola Setelah City Bisa Menang Lagi

Leganya Guardiola Setelah City Bisa Menang Lagi

Selain kembali menempati posisi teratas, kemenangan itu berarti sangat penting buat City karena menjadi yang pertama diraih dalam tujuh laga terakhir. Di enam laga sebelumnya pada semua kompetisi, City selalu gagal menang.

“Ya, ya. Semua pelatih berada di bawah tekanan besar dan setelah enam pertandingan beruntun tanpa menang dengan klub ini, kondisi seperti itu selalu menyulitkan,” ucap Guardiola saat ditanya apakah dia lega dengan kemenangan yang akhirnya didapat.

City dan Guardiola sebelumnya menjalani awal musim yang luar biasa. Mereka tidak terkalahkan di semua kompetisi hingga 10 pertandingan beruntun. Dalam kondisi sulit ketika kemenangan sulit sekali diraih, Guardiola menegaskan kalau situasi itu sama sekali tidak mengurangi kepercayaan dia terhadap para pemain.

“Saat Anda meraih 10 kemenangan beruntun, Anda harus menangani situasinya dengan tenang. Saat Anda tidak menang, tentu saja Anda khawatir tapi Anda tetap tenang untuk melakukan analisa apa yang harus dilakukan supaya bisa lebih baik.”

“Itulah targetnya. Pekerjaan kami hari ini, dengan sosial media, jutaan kamera, dan banyak lagi, itu artinya kita akan dihakimi berdasarkan apapun. Kita harus menerima itu. Jika Anda tidak cukup kuat, akan lebih baik jika Anda pulang saja,” tegasnya dikutip dari Skysports.

Angga dan Ricky Kandas, Indonesia Tanpa Wakil di Final

Paris – Tak ada wakil Indonesia di final Prancis Terbuka Super Series. Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang jadi harapan terakhir harus tersingkir di semifinal.

Memainkan laga semifinal di Stade Pierre de Coubertin, Minggu (30/10/2016) dinihari WIB, Angga/Ricky harus melewati pertarungan sengit sepanjang tiga gim melawan Bodin Isara/Nipitphon Phuangpuapet. Tapi, setelah berjuang selama satu jam delapan menit, Angga/Ricky akhirnya takluk 18-21, 21-17 19-21.

Angga dan Ricky Kandas, Indonesia Tanpa Wakil di Final

Angga dan Ricky Kandas, Indonesia Tanpa Wakil di FinalSetelah kehilangan gim pertama, Angga/Ricky bangkit dan merebut gim kedua untuk menyamakan kedudukan. Di gim ketiga, pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan itu juga sempat berada di atas angin saat unggul 16-11 dan 19-15.

Tapi perolehan poin Angga/Ricky kemudian justru terkunci. Sebaliknya, Bodin/Nipitphon merebut enam angka secara beruntun untuk merebut kemenangan.

“Kami sudah berusaha yang terbaik, tapi inilah hasil yang bisa kami peroleh. Dari game pertama sampai terakhir kami terus berusaha merebut poin. Kami sudah berusaha maksimal,” kata Angga seperti tertulis dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport.

“Kami sering seperti ini. Sudah unggul tapi akhirnya berbalik. Ini harus menjadi evaluasi buat kami. Di poin-poin akhir kami terlalu terburu-buru,” imbuh Ricky.

Ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun yang ditelan Angga/Ricky dari Bodin/Nipitphon. Pekan lalu di Denmark Terbuka Super Series Premier, Angga/Ricky juga dipaksa menyerah oleh pasangan Thailand itu dengan skor 11-21, 18-21, juga di babak semifinal.

Dengan kalahnya Angga/Ricky, maka Indonesia tak menempatkan wakil di babak final Prancis Terbuka Super Series.

Rekor dan Pencapaian Marquez Saat Jadi Kampiun MotoGP 2016

Jakarta – Marc Marquez sudah dipastikan jadi kampiun MotoGP 2016 berkat kemenangannya di Motegi. Ia sekaligus membuat sejumlah rekor dan pencapaian khusus.

Rider Repsol Honda tersebut memastikan tak bakal lagi bisa dikejar para pesaing berkat kemenangannya di MotoGP Jepang, Minggu (16/10/2016), kendatipun musim ini masih menyisakan tiga seri lagi.

Rekor dan Pencapaian Marquez Saat Jadi Kampiun MotoGP 2016

Rekor dan Pencapaian Marquez Saat Jadi Kampiun MotoGP 2016Ini merupakan titel juara dunia grand prix kelima buat Marquez, dengan tiga di antaranya merupakan gelar di kelas primer. Mengingat ia baru tampil di MotoGP pada 2013 maka tiga dari empat musim Marquez di kelas primer sudah dilalui dengan titel juara dunia.

Keberhasilan rider Spanyol 23 tahun itu musim ini di antaranya dilalui dengan keberhasilan meraih angka di seluruh seri balapan sejauh ini (15 dari 18 seri balapan).

Berikut rekor dan pencapaian Marquez seperti dirangkum laman web HondaRacingCorporation.com

– Marquez adalah rider termuda yang meraih tiga titel juara dunia kelas primer, pada usia 23 tahun dan 242 hari, memecahkan rekor dari Mike Hailwood yang berusia 24 tahun dan 108 hari ketika meraih titel 500cc ketiganya pada 1964.

– Marquez juga rider termuda sepanjang masa yang meraih lima titel juara dunia grand prix (seluruh kelas), memecahkan rekor dari Valentino Rossi yang berusia 24 tahun dan 238 hari ketika meraih titel kelimanya pada MotoGP 2003.

– Marquez memenangi seluruh tiga titel MotoGP-nya bersama Honda, menyamai jumlah titel kelas primer Valentino Rossi ketika menunggangi motor Honda (satu titel 500cc dan dua titel MotoGP). Satu-satunya rider yang pernah meraih gelar juara dunia kelas primer lebih banyak bersama Honda adalah Mick Doohan yang menyabet titel 500cc pada lima kesempatan.

– Lima titel juara dunia Marquez menyamai jumlah koleksi Jorge Lorenzo. Cuma ada satu orang rider Spanyol yang punya lebih banyak gelar juara dunia yakni Angel Nieto dengan 13 titel (tujuh di 125cc, enam di 50cc).

– Dengan kemenangannya di Jepang, Marquez sudah meraih setidaknya lima seri balapan di setiap musimnya untuk tujuh musim terakhir (di seluruh kelas). Dalam sejarah balapan grand prix hal itu sebelumnya cuma pernah dilakukan dua rider lain: Giacomo Agostini dan Mike Hailwood.

– Pada 2016 Marquez sudah meraih lima kemenangan, 11 podium, dan enam pole, yang kesemuanya lebih banyak dibandingkan rider MotoGP lain sejauh ini.

Kondisi Latihan di Hari Pertama Bikin Lorenzo Sulit Ambil Kesimpulan

Sepang – Dua latihan awal pada MotoGP Malaysia 2016 berjalan pada kondisi berbeda. Itu mengapa Jorge Lorenzo mengaku sulit mengambil kesimpulan bagus atau tidak lajunya.

Rider Movistar Yamaha tersebut berada pada posisi 10 dalam sesi latihan pertama, Jumat (28/10/2016) pagi WIB. Latihan kedua kemudian berjalan dalam kondisi lembab, membuat Lorenzo menahan diri dan akhirnya cuma ada di posisi 16.

Kondisi Latihan di Hari Pertama Bikin Lorenzo Sulit Ambil Kesimpulan

Kondisi Latihan di Hari Pertama Bikin Lorenzo Sulit Ambil Kesimpulan“Ini hari yang aneh dengan kondisi campur-campur,” kata Lorenzo di MotoGP.com.

“Pada pagi hari kami melaju di atas aspal baru untuk kali pertama dan tampaknya ada daya cengkeram bagus. Kami tidak bisa menempel rider-rider tercepat karena di bagian akhir kami memakai ban paling keras dan saya tak punya cukup waktu untuk menajamkan waktu.

“Pada sesi sore hari dengan kondisi lintasan basah jadi rumit karena aspalnya mulai kering dan pada akhirnya kami memilih untuk lebihi banyak bertahan di garasi. Sulit untuk mengambil kesimpulan dari laju hari ini,” sebutnya.

Dengan Marc Marquez (Repsol Honda) sudah memastikan diri jadi kampiunn 2016, Lorenzo masih berkesempatan mengejar posisi runner-up. Untuk itu ia salah satunya sedang bersaing dengan Valentino Rossi, rekan setimnya sendiri, yang berada di posisi dua klasemen sementara. Kedua rider sejauh ini terpaut 24 poin dengan dua seri balapan tersisa.