Trigol 14,5 Menit Alexis Sanchez

Trigol 14,5 Menit Alexis SanchezLondon – Alexis Sanchez tampil menonjol dalam kemenangan telak Arsenal dengan skor 5-1 di markas West Ham United, berkat Trigol 14,5 Menit Alexis Sanchez di laga itu.

Trigol 14,5 Menit Alexis Sanchez

Dalam pertandingan di Upton Park, Sabtu (3/12/2016), tersebut Alexis Sanchez sudah berperan dalam gol pertama The Gunners yang dicetak oleh Mesut Oezil. Ia membuat assist atas gol itu.

Setelah itu Alexis Sanchez ikut mencatatkan nama di papan skor lewat gol-golnya di menit ke-72, 80, dan 86. Hat-trick si pemain internasional Chile sempat diselingi gol Andy Carroll untuk West Ham dan Alex Oxlade-Chamberlain buat Arsenal.

Ada rentang tak sampai 15 menit dari gol pertama Alexis Sanchez sampai dengan gol ketiganya. Tepatnya 14 menit dan 29 detik, sebagaimana dicatat oleh BBC.

Dengan gol tersebut Alexis Sanchez juga sudah terlibat langsung dalam enam dari delapan gol terakhir Arsenal di Premier League (lima gol, satu assist). Dari 19 laga di seluruh kompetisi musim ini, Alexis Sanchez kini punya koleksi 13 gol dan sembilan assist.

“Alexis Sanchez butuh waktu sampai akhirnya benar-benar ‘masuk’ secara mental ke pertandingan, tapi ia selalu mampu memberi Anda sesuatu yang spesial,” kata Manajer Arsenal Arsene Wenger.

“Ia adalah seorang pemain yang gigih dan berkelas. Anda tak menemukan banyak pemain seperti dirinya. Ia selalu bisa mengejutkan Anda. Ia juga punya teknik bagus,” tuturnya.

Bos Toyota Pimpin Langsung Pengembangan Mobil Listrik

Bos Toyota Pimpin Langsung Pengembangan Mobil ListrikToyota Motor Corporation (TMC) berniat untuk mengembangkan mobil bertenaga listrik setelah sebelumnya memiliki mobil hybrid dan hidrogen. Untuk mempercepat pengembangan mobil listrik, produsen mobil asal Jepang itu membuat divisi mobil listrik.

Bos Toyota Pimpin Langsung Pengembangan Mobil Listrik

Diberitakan Reuters, Presiden TMC, Akio Toyoda akan memimpin langsung divisi mobil listrik. Cucu dari pendiri TMC ini memimpin electric vehicle (EV) planning department bersama dengan Executive Vice Presidents Mitsuhisa Kato dan Shigeki Terashi.

“Dengan memosisikan Presidend an Wakil Presiden sebagai penanggung jawab departemen, kami berencana untuk mempercepat pengembangan mobil listrik,” kata juru bicara Toyota, Kayo Doi.

“Presiden TMC akan langsung mengawasi operasi departemen untuk memungkinkan keputusan dibuat dengan cepat,” lanjutnya.

Toyota juga menggeser jabatan Kepala Insinyur Prius untuk mempercepat pengembangan mobil listrik dengan menunjuk Koji Toyoshima sebagai Kepala Insinyur Divisi Mobil LIstrik. Toyoshima juga akan bergabung dengan empat anggota unit strategi mobil listrik, yang akan mencakup perwakilan dari pemasok seperti Denso Corp, Aisin Seiki Co, dan Toyota Industries Corporation.

Toyota memang telah fokus mengembangkan mobil ramah lingkungan seperti hybrid, plug-in hybrid dan kendaraan sel bahan bakar. Namun, masalah perbedaan energi dan infrastruktur di seluruh dunia serta regulasi yang semakin ketat membuat kendaraan nol emisi semakin dibutuhkan. Karenanya, bersama dengan promosi mobil sel bahan bakar, Toyota memutuskan untuk membuat struktur baru untuk memgomersialkan mobil listrik pada tahap awal.

Kartu Merah Musim Ini: Pemain-pemain MU 1, Mourinho 2

Kartu Merah Musim Ini: Pemain-pemain MU 1, Mourinho 2Jakarta – Untuk kali kedua di musim ini Jose Mourinho diusir wasit dari pinggir lapangan. Padahal dalam periode yang sama pemain-pemain MU baru sekali dapat kartu merah.

Kartu Merah Musim Ini: Pemain-pemain MU 1, Mourinho 2

Selepas pekan 13 Premier League, pemain-pemain Manchester United sudah menghasilkan 29 kartu kuning dan total melakukan 180 pelanggaran. Sementara untuk kartu merah baru satu pemain yang mendapatnya, dia adalah Ander Herrera, yang dapat dua kartu kuning saat The Red Devils diredam Burnley 0-0 beberapa waktu lalu.

Pada Fairplay Table 2016/2017 yang dirilis Transfer Market, MU ada di posisi 17. Sementara berada di urutan teratas (tim paling fairplay) adalah Burnley yang sejauh ini baru menghasilkan 19 kartu kuning dan sama sekali belum dapat kartu merah.

Tingkat kedisiplinan pemain MU sejauh ini tak bisa dibilang bagus. Tapi statistik mereka masih lebih oke dibanding manajernya, Jose Mourinho. Manajer asal Portugal itu sudah dua kali diusir wasit dari pinggir lapangan.

[Baca Juga: Mourinho Kembali Didakwa FA]

Pengusiran kedua terjadi pada akhir pekan kemarin, saat MU ditahan West Ham United 1-1. Mourinho dianggap melakukan tindakan tak patut saat menendang botol air minum di pinggir lapangan. Aksi itu dilakukan Mourinho sebagai bentuk frustrasi setelah Paul Pogba dikartu kuning akibat dianggap melakukan diving.

Padahal belum genap sebulan sebelumnya Mourinho juga diusir dari pinggir lapangan. Sebelumnya dia dapat pengusiran juga setelah secara verbal menyerang wasit Mark Clattenburg di lorong menuju ruang ganti saat MU diredam Burnley. Kejadian itu membuat Mourinho dihukum satu laga larangan menemani timnya untuk laga dengan Swansea City, plus denda 8.000 poundsterling.

Atas pengusiran kedua ini Mourinho diprediksi akan dapat hukuman lebih berat dan denda lebih besar.

Sepanjang kariernya sebagai manajer klub-klub oaoan atas Eropa, Mourinho sudah berulang kali terlibat masalah dengan kedisiplinan. Dia bukan saja kerap melakukan ‘perang’ dengan manajer lawan, tapi berulang kali bermasalah dengan wasit, ofisial pertandingan, dan bahkan federasi.

Bruce Arena Kembali Latih Timnas AS

Bruce Arena Kembali Latih Timnas ASNew York – Timnas Amerika Serikat telah memiliki pelatih baru setelah memecat Juergen Klinsmann. Bukan benar-benar pelatih baru karena yang mereka pilih sebagai pengganti Klinsmann adalah Bruce Arena Kembali Latih Timnas AS.

Bruce Arena Kembali Latih Timnas AS

Klinsmann didepak dari kursi pelatih setelah timnya mendapatkan hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF. AS kalah 1-2 dari Meksiko dan dipermalukan Kosta Rika 0-4 dalam dua pertandingan terakhirnya.

Untuk menggantikan Klinsmann, AS merekrut Arena lagi. Arena bukanlah orang baru di timnas AS karena dia pernah menjadi pelatih pada 1998-2006.

undefined
Timnas AS terhitung sangat sukses selama Arena menjadi pelatih dalam kurun waktu tersebut. AS pernah menempati posisi keempat di peringkat FIFA, dua kali menjuarai Piala Emas, dan lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2002.

“Setiap kali Anda mendapatkan kesempatan untuk melatih tim nasional, itu adalah sebuah kehormatan,” ujar Arena, yang akan menangani timnas AS mulai 1 Desember mendatang.

“Saya sangat menantikan bekerja bersama sebuah tim yang kuat, yang memahami tantangan yang ada di hadapan mereka. Bekerja sebagai sebuah tim, saya yakin kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat ke depan untuk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia,” kata Arena.

Arena, 65 tahun, sebelumnya juga berpengalaman melatih DC United, New York Red Bulls, dan Los Angeles Galaxy.

Pacquiao Masih Berminat Tarung Ulang Lawan Mayweather

Pacquiao Masih Berminat Tarung Ulang Lawan MayweatherNew York – Manny Pacquiao merasa usianya tidak mengurangi kemampuannya di atas ring tinju. Dia berhasrat untuk bertarung kembali dengan Floyd Mayweather. Pacquiao Masih Berminat Tarung Ulang Lawan Mayweather.

Pacquiao, 37 tahun, mengakhiri masa pensiunnya yang pendek dengan mengalahkan Jessie Vargas untuk merebut titel juara kelas welter WBO di awal bulan ini. Usai duel, petinju legendaris Filipina itu mengaku siap melawan siapapun, termasuk Mayweather.

Pacquiao Masih Berminat Tarung Ulang Lawan Mayweather

Mayweather sendiri sudah pensiun sejak September 2015 usai menundukkan kompatriotnya, Andre Berto. Eks petinju berkebangsaan Amerika Serikat itu merespons “tantangan” Pacquiao dengan adem.

“Aku merasa masih muda. Aku merasa aku masih berusia 25 tahun atau berusia 28 tahun,” kata Pacquiao kepada televisi ABS-CBN.

“Tentu saja, kalau dia mau comeback bertinju,” jawab dia saat ditanya apakah ingin rematch dengan Mayweather.

Pacquiao pada awalnya pensiun pada Mei usai mengalahkan Timothy Bradley, sebelum memenangi sebuah kursi senat Filipina. Meskipun memiliki pekerjaan lain, Pacquiao juga tidak akan jauh-jauh dari ring.

“Aku masih percaya dengan kemampuanku. Anda hanya butuh disiplin, bagaimana Anda mendisiplinkan diri sendiri dan bekerja keras. Karena sekali Anda malas, itulah awal dari menurunnya performa Anda dan tubuh Anda,” pungkas pemilik julukan Pac Man ini.

Duel Dua Pegolf India di Hari Terakhir Indonesia Open 2016

Duel Dua Pegolf India di Hari Terakhir Indonesia Open 2016Jakarta – Dua pegolf India, Gaganjeet Bhullar dan Jeev Milkha Singh, bakal berebut gelar di hari penentuan turnamen golf BRI-JCB Indonesia Open 2016. Keduanya kini memuncaki klasemen sementara dalam total perolehan poin. Duel Dua Pegolf India di Hari Terakhir Indonesia Open 2016.

Pemenang dari turnamen golf BRI-JCB Indonesia Open 2016 harusnya sudah bisa diketahui Minggu (20/11/2016) sore ini. Namun, promotor menghentikan turnamen karena hujan deras yang tidak kunjung berhenti.

Duel Dua Pegolf India di Hari Terakhir Indonesia Open 2016

Sementara jika dipaksakan hari sudah mulai gelap dan sisa hole yang harus dilewati cukup banyak. Alhasil pertandingan pun dilanjutkan pada Senin (21/11/2016) pukul 06.15 WIB.

Dari hasil perolehan sementara, baik Bhullar dan Singh menjadi dua pegolf yang mengisi klasemen teratas. Bhullar masih menduduki posisi pertama perolehan hasil di hari terakhir dengan total skor 204 atau 16 di bawah par usai 15 hole.

Lalu, Jeev Milkha Singh di posisi dua dengan total 203 poin atau 14 di bawah par usai 15 hole. Menyusul posisi tiga ditempat golfer Thailand Danthai Boonma dengan total poin sementara 208 alias 13 di bawah par.

“Ini akan menjadi malam yang berat. Kami punya tiga hole yang dimainkan dengan selisih dua pukulan. Saya sebenarnya merasa baik-baik saja. Saya bermain sangat bagus di beberapa hole terakhir,” kata Bhullar menyoal penundaan turnamen hari ini.

“Target saya tentu tetap bermain tenang dan santai. Ini tidak mengubah permainan saya. Seperti saya sampaikan, saya hanya akan terus mencoba dan mengulang lagi dan lagi. Melihat situasinya, kondisi saya benar-benar siap dan berada dalam momentum yang bagus. Feeling saya sedang bagus, jadi saya berharap bisa membuat skor dalam tiga hole terakhir,” sambungnya.

“Ketika kami bermain di wilayah dunia yang lain, situasi seperti ini biasa terjadi. Saya akan memperlakukan Senin seperti Minggu. Secara mental, saya harus mengatakan di benak saya bahwa saya siap untuk (pertandingan) Minggu daripada Senin!”

“Rasanya menyenangkan berada di bawah tekanan. Itu saatnya permainan Anda yang sebenarnya muncul. Saya sudah tidak sabar untuk hole-hole yang tersisa,” paparnya.

Sementara itu, Singh mengaku kecewa dengan hasil keputusan dari promotor. Sebab, dirinya sendiri tengah berada di posisi yang menguntungkan untuk mengalahkan Bhullar, sampai akhirnya hujan turun dan turnamen ditunda.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa membuat birdie di hole 13 dan 13 karena Bhullar mulai dengan satu putt di hole 7 dan 5-di bawah-par setelah tujuh hole. Setelah itu, saya menemukan cara untuk menyelesaikannya dan saya mulai menekan di sembilan hole kedua. Saya pikir ini mulai berada di jalur yang tepat hingga hujan turun dan semuanya harus ditunda,” timpal Singh.

Pada bagian lain, promotor OB Golf, Merry Kwan, mengatakan meski Bhullar dan Singh saat ini menduduki posisi teratas perolehan poin. Namun, belum dipastikan bakal menang. Merry menyebut beberapa golfer masih punya peluang untuk menggeser posisi Bhullar maupun Singh.

“Apapun bisa terjadi besok. Akan banyak kejutan karena masih banyak hole yang tersisa. Seperti Dhantai bhoonma dari Thailand dan Pittayarat (Panuphol) posisinya masih memungkinkan untuk mengejar,” demikian Merry. Duel Dua Pegolf India di Hari Terakhir Indonesia Open 2016.

Sean Tak Kecewa Meski Cuma Finis Kelima di Bahrain

Sean Tak Kecewa Meski Cuma Finis Kelima di BahrainSakhir – Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, tak kecewa meski hanya finis posisi kelima pada balapan pamungkas FIA World Endurance Championship (WEC) di Bahrain, Minggu (20/11/2016) dinihari WIB. Sean Tak Kecewa Meski Cuma Finis Kelima di Bahrain.

Pada balapan yang dihelat di Sirkuit Sakhir, Sean berpasangan dengan Tom Dilmann dan Giedo van der Garde di tim Extreme Speed Motorsport. Sean tak lagi didampingi Antonio Giovinazzi dan Tom Blomqvist seperti di balapan Shanghai dua pekan lalu.

Sean Tak Kecewa Meski Cuma Finis Kelima di Bahrain

Jalannya balapan berlangsung seru. Giedo yang menjadi pebalap pertama sempat mendongkrak posisi dari urutan keempat ke urutan ketiga dengan start yang mulus. Namun beberapa menit setelah balapan, posisi tim sudah kembali terdorong ke peringkat awal. Sean tampil sebagai pebalap kedua dan Tom Dillmann sebagai pebalap ketiga. Meski sudah berjuang keras, tim harus puas dengan finis di posisi kelima.

Pada balapan ini, waktu tercepat yang diukir yakni satu menit 52,287 detik dengan kecepatan maksimal 173,5 kilometer per jam. Posisi pertama kategori LMP2 ditempati trio pebalap Roman Rusinov, Rene Rast, dan Alex Brundle yang menunggangi mobil Oreca 05 Nissan.

Sean sendiri mendapatkan posisi keempat di balapan Fuji dan posisi kedua di balapan Shanghai. Meski hasil yang didapat di seri Bahrain tak lebih baik ketimbang dua seri sebelumnya, Sean tetap puas dengan pencapaiannya selama mengikuti tiga seri FIA WEC ini.

“Hasil di Bahrain memang tidak seperti yang kami harapkan. Meski demikian, ini tetap menjadi pengalaman yang bagus untuk saya. Terima kasih kepada tim ESM dan para sponsor yang terus mendukung karier balap saya,” ujar Sean mengomentari hasil balapannya di Bahrain dalam rilis yang diterima detikSport.

“Ini balapan yang tidak mudah buat kami. Meski demikian kami tetap menikmati jalannya lomba. Terima kasih untuk Sean dan Giedo yang sudah berusaha keras. Terima kasih juga untuk tim ESM,” timpal Tom.

Untuk kategori LMP1, pebalap tim Audi merebut posisi 1 dan 2. Ini menjadi kado perpisahaan yang manis bagi Audi yang bakal berhenti mengikuti ajang balap FIA WEC setelah 18 tahun berkiprah.

Setelah ini, Sean akan kembali bersama Pertamina Campos Racing untuk mempersiapkan diri menghadapi seri terakhir GP2 di Abu Dhabi 26-27 November mendatang.

Rossi Puji Debut Vinales bersama Yamaha

Rossi Puji Debut Vinales bersama YamahaValencia – Maverick Vinales melewati debut sempurna bersama Yamaha usai memimpin di dua sesi tes MotoGP 2017. Rossi Puji Debut Vinales bersama Yamaha.

Vinales sudah menunjukkan penampilan yang mengesankan sejak tes hari pertama di Sirkuit Ricardo Tormo, Selasa (15/11/2016). Rider berusia 21 tahun itu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu satu menit 30,930 detik atau lebih cepat 0,02 detik daripada Rossi yang ada di urutan kedua.

Rossi Puji Debut Vinales bersama Yamaha

Di hari kedua, Vinales kembali menjadi yang terbaik. Pebalap asal Spanyol itu menajamkan catatan waktunya menjadi satu menit 29,975 detik. Dia menjadi satu-satunya pebalap yang mengukir catatan waktu di bawah satu menit 30 detik.

“Vinales sudah cukup impresif sejak kemarin dan bahkan lebih lagi hari ini, karena dia bisa menorehkan catatan waktu satu menit 29 detik, yang mana merupakan waktu putaran yang luar biasa,” ujar Rossi seperti dikutip dari Crash.

“Jadi saya pikir ini adalah debut yang luar biasa untuknya,” lanjut Rossi.

Rossi sendiri menempati posisi ketujuh di tes hari kedua dengan catatan waktu satu menit 30,709 detik. Rossi dan Vinales akan menjalani tes lagi pekan depan di Sepang, Malaysia.

Yamaha Masih Banyak Butuh Perbaikan

Yamaha Masih Banyak Butuh Perbaikan

Valencia – Rider Yamaha, Valentino Rossi, meraih hasil yang kurang oke di hari kedua tes pramusim MotoGP 2017. Dia mengungkapkan Yamaha masih butuh banyak perbaikan.

Saat menjajal motor di Sirkuit Ricardo Tormo, Rabu (16/11/2016) malam WIB, Rossi hanya menempati posisi ketujuh. Dia mencatatkan waktu terbaik satu menit 30,709 detik. Catatan waktu itu lebih lambat 0,769 detik lebih lambat dari rekan setimnya, Maverick Vinales, yang ada di posisi pertama.

Yamaha Masih Banyak Butuh Perbaikan

Rossi yang sehari sebelumnya mengalami kecelakaan di tikungan 10 pada sesi tes sore, bilang bahwa di hari kedua Yamaha banyak melakukan percobaan.

Dengan hasil ini, Rossi mengungkapkan bahwa tim ‘garpu tala’ masih perlu banyak perbaikan, utamanya dalam hal sasis dan mesin.

“Ini merupakan hari yang cukup panjang karena kami melakukan banyak perbandingan di antara mesin lama dan mesin baru, sasis lama dan sasis baru…kami juga mencoba beberapa ban baru,” kata Rossi di situs resmi MotoGP.

“Kami masih melakukan banyak hal. Tapi, hari ini masih sangat positif. Kami harus terus bekerja pada paket secara umum –terutama di sisi sasis. Kami butuh waktu untuk menemukan setelan yang tepat. Dan mesinnya –ini evolusi pertama jadi kami sangat butuh banyak bekerja pada sisi itu,” imbuhnya.

Vinales Tercepat di Hari Pertama, Lorenzo Posisi Ketiga

Vinales Tercepat di Hari Pertama, Lorenzo Posisi KetigaValencia – Tes MotoGP 2017 sudah dimulai. Maverick Vinales dengan Yamaha-nya menjadi pebalap tercepat. Vinales Tercepat di Hari Pertama, Lorenzo Posisi Ketiga.

Pada hari pertama tes MotoGP 2017 yang dihelat di Sirkuit Ricardo Tormo, Selasa (15/11/2016) malam WIB, ada 25 pebalap dari seluruh tim yang ikut.

Vinales Tercepat di Hari Pertama, Lorenzo Posisi Ketiga

Paling menyita perhatian tentu Lorenzo yang untuk pertama kalinya menunggangi Ducati. Meski demikian, Lorenzo turun di lintasan dengan menggunakan livery berwarna hitam.

Pasalnya Lorenzo masih terikat kontrak dengan Yamaha hingga akhir 2016 dan ini jadi satu-satunya tesnya bersama Ducati, sebelum menggeber lagi motor barunya di Malaysia akhir Januari 2017.

Turun pertama kali di lintasan, Lorenzo memang sempat kesulitan mencatatkan waktu terbaik dan bahkan sempat tercecer hingga posisi ketujuh. Namun, Lorenzo mampu memperbaiki waktunya untuk finis posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 31,052 detik.

Jorge Lorenzo
Catatan waktu Lorenzo berselisih 0,122 detik dari Vinales yang juga melakoni debutnya bersama Movistar Yamaha di sesi pramusim ini. Vinales jadi pebalap tercepat dengan 1 menit 30,930 detik.

Di posisi kedua menguntit rekan Vinales, Valentino Rossi, yang punya waktu 0,02 detik lebih lambat.

Juara dunia 2016, Marc Marquez, ada di posisi keempat dengan 1 menit 31,102 detik disusul Andrea Dovizioso di posisi kelima.

Pebalap lain yang melakoni debutnya adalah Andrea Iannone bersama Suzuki Ecstar. Iannone finis posisi ketujuh dengan 1 menit 31,156 detik.

Para pendatang baru seperti Johann Zarco (Monster Yamaha Tech3) Alex Rins (Suzuki Ecstar), Sam Lowes (Aprilia Racing Team Gresini), dan Jonas Folger (Yamaha Tech3), semuanya finis di luar 10 besar.

Para pebalap masih melakukan tes lagi pada Rabu (16/11) malam WIB besok.

Hasil Tes Hari Pertama MotoGP 2017

Hasil Tes Hari Pertama MotoGP 2017