Yusril Sebut Tuduhan Makar ke Ratna Sarumpaet Cs Masih Jauh

Yusril Sebut Tuduhan Makar ke Ratna Sarumpaet Cs Masih JauhJakarta – Yusril Ihza Mahendra menilai unsur tuduhan makar kepada kliennya, Ratna Sarumpaet dan Rachmawati Soekarnoputri masih terlalu jauh. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi dianggap sebagai upaya preventif.

Yusril Sebut Tuduhan Makar ke Ratna Sarumpaet Cs Masih Jauh

“Kelihatannya kalau sampai pelaksanaan makar masih jauh lah. Dan bahwa mereka melakukan rapat-rapat pertemuan kritik pemerintah itu normal saja,” ujar Yusril di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Dirinya mengatakan, khusus Ratna Sarumpaet, Yusril menyebut kliennya tidak mengikuti konferensi 1 Desember lalu. Proses penangkapan yang dilakukan kepolisian juga merupakan langkah pencegahan.

“Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokoh ditangkap, walaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga,” terangnya.

“Saya coba lihat persoalan ini secara jernih karena ibu Ratna dan Rachma sudah menunjuk saya sebagai kuasa hukum penasehat hukum beliau, akan saya tanani kasus ini dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.

Khusus soal makar, pada pasal 87, pasl 107 dari KUHP makar yang dimaksudkan adalan tindakan / upaya menggulingkan pemerintahan yang sah. Upaya-upaya makar dirumuskan dalam KUHP, seperti dilakukan bersama-sama, ada pemufakatan, ada tahapan perencanaan, dan tahapan pelaksanaan.

Pasal tersebut adalah pasal yang dituduhkan kapada kliennya. Dirinya berharap orang-orang yang ditangkap segera dibebaskan oleh polisi.

“Pak Sri Bintang Pamunkas, Pak Jamran dan pak Rizal, kalau setidaknya benar-benar setuju saya akan tangani semua mereka-mereka ini. Mudah-mudahan Pak Sri Bintang, Jamran, Rizal bisa segera dibebaskan dari tahanan,” ucapnya.

Polisi Persilakan Rachmawati dkk Gugat ke Pengadilan

Polisi Persilakan Rachmawati dkk Gugat ke PengadilanJakarta – Polisi menangkap 11 orang pada 2 Desember kemarin. Tak hanya itu, mereka juga ‘dilabeli’ status tersangka. Sebelas orang tersebut dipersilakan menggugat ke pengadilan jika memang keberatan.

Polisi Persilakan Rachmawati dkk Gugat ke Pengadilan

“Penegakan hukum oleh polisi bisa digugat, ada mekanismenya, dan negara kita ini ada satu sistem,” kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2016).

Hingga saat ini, Martin mengaku belum mendapat informasi 11 orang yang ditangkap akan menggugat. Jika nanti memang akan digugat, Polri menyatakan siap.

“Biar kita uji di pengadilan,” ujar Martinus.

Pernyataan Martinus didukung oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian RI Edi S Hasibuan yang ikut dalam diskusi. Edi berharap para tokoh menempuh jalan pengadilan jika keberatan dengan aksi penegakan hukum kepolisian.

“Masalah hukum dilawan dengan hukum. Biarlah pengadilan yang menentukan. Kita mengharapkan, kalau memang ada yang keberatan, tokoh-tokoh bisa menyampaikan ke pengadilan,” ujar Edi.

Ini Alasan Polri Tahan Sri Bintang dan Tersangka Kakak Beradik

Ini Alasan Polri Tahan Sri Bintang dan Tersangka Kakak BeradikJakarta – Tersangka Sri Bintang Pamungkas serta tersangka Jamran dan Rizal ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya kini masih menjalani rangkaian proses pemeriksaan.

Ini Alasan Polri Tahan Sri Bintang dan Tersangka Kakak Beradik

“(Tersangka SBP) saat ini statusnya merupakan satu yang dilakukan penahanan. Jadi terhadap beliau belum bisa kembali dan ini sedang masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polri,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (3/12/2016).

Boy menjelaskan Sri Bintang Pamungkas ditahan berkaitan dengan konten dalam media sosial. “Terutama YouTube pada November 2016, ajakan terkait upaya penghasutan kepada masyarakat luas melalui medsos,” ujar dia.

Menurut Boy, tim penyidik Polri telah mengantongi bukti-bukti. “Barang bukti rekaman sudah ada dan dalam proses pemeriksaan oleh ahli IT, ahli bahasa dan pidana. Itu yang dilakukan penahanan,” kata Boy.

Selain Sri Bintang Pamungkas, kata Boy, penyidik Polri menahan Jamran dan Rizal.

“Ada dua lagi warga negara kita, ini kakak beradik. Jadi Saudara Jamran dengan Rizal yang berkaitan dengan hate speech, ujaran kebencian yang bernuansa permusuhan terhadap isu-isu SARA ditersangkakan Pasal 28 ayat 2, UU 11/2008 dan Pasal 107 KUHP dan/atau 110 KUHP,” kata Boy.

Beberapa barang bukti yang diamankan berupa konten-konten dan alat komunikasi yang bersangkutan yang teridentifikasi di minggu keempat November 2016 melakukan posting ujaran kebencian.

“Polri menilai sangat berbahaya, bisa menimbulkan kemarahan massa, bisa menimbulkan antipati massa terhadap pemerintah, dan tentunya tidak mendidik,” ujar dia.

Ini Penjelasan Polisi soal Aksi 11 Orang yang Ditangkap

Ini Penjelasan Polisi soal Aksi 11 Orang yang DitangkapJakarta – Polisi menangkap 11 orang pada 2 Desember lalu. Delapan orang di antaranya dijerat pasal makar, 1 orang dijerat pasal penghinaan presiden, dan 2 orang lainnya dijerat UU ITE.

Ini Penjelasan Polisi soal Aksi 11 Orang yang Ditangkap

Tujuh orang diduga makar dan dijerat Pasal 107 juncto 110 KUHP. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Mereka diduga melakukan permufakatan jahat untuk makar. Ketujuh orang ini tak ditahan.

“Penyidikan tetap dijalankan tanpa adanya penahanan kepada beliau-beliau yang dinyatakan sebagai tersangka, barang buktinya sudah dipegang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu

Satu orang lain yang juga dijerat pasal makar adalah Sri Bintang Pamungkas, yang kini ditahan di Mapolda Metro Jaya. Dia dijerat pasal makar terkait hasutan ke masyarakat.

“Adapun yang berkaitan dipersangkakan kepada Bapak Sri Bintang berkaitan dengan konten ajakan untuk melakukan penghasutan kepada masyarakat melalui media sosial. Barang bukti rekaman ada pada pihak penyidik,” ujar Boy.

Untuk Ahmad Dhani yang juga ditangkap, dijerat dengan Pasal 207 KUHP, terkait dugaan penghinaan kepada presiden. Dhani tidak ditahan.

“Ahmad Dhani 207 KUHP. Penyidik sudah mengumpulkan alat bukti, keterangan ahli, saksi-saksi. Yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan,” tutur Boy.

Dua orang lainnya, yaitu Jamran dan Rizal, merupakan kakak beradik. Keduanya dijerat pasal UU ITE dan masih ditahan hingga saat ini.

“Kakak beradik Jamran dan Rizal yang berkaitan dengan hate speech. Ujaran kebencian. Menyebarluaskan informasi yang bernuansa permusuhan terhadap individu. Isu-isu SARA,” ujar Boy.

Bos Toyota Pimpin Langsung Pengembangan Mobil Listrik

Bos Toyota Pimpin Langsung Pengembangan Mobil ListrikToyota Motor Corporation (TMC) berniat untuk mengembangkan mobil bertenaga listrik setelah sebelumnya memiliki mobil hybrid dan hidrogen. Untuk mempercepat pengembangan mobil listrik, produsen mobil asal Jepang itu membuat divisi mobil listrik.

Bos Toyota Pimpin Langsung Pengembangan Mobil Listrik

Diberitakan Reuters, Presiden TMC, Akio Toyoda akan memimpin langsung divisi mobil listrik. Cucu dari pendiri TMC ini memimpin electric vehicle (EV) planning department bersama dengan Executive Vice Presidents Mitsuhisa Kato dan Shigeki Terashi.

“Dengan memosisikan Presidend an Wakil Presiden sebagai penanggung jawab departemen, kami berencana untuk mempercepat pengembangan mobil listrik,” kata juru bicara Toyota, Kayo Doi.

“Presiden TMC akan langsung mengawasi operasi departemen untuk memungkinkan keputusan dibuat dengan cepat,” lanjutnya.

Toyota juga menggeser jabatan Kepala Insinyur Prius untuk mempercepat pengembangan mobil listrik dengan menunjuk Koji Toyoshima sebagai Kepala Insinyur Divisi Mobil LIstrik. Toyoshima juga akan bergabung dengan empat anggota unit strategi mobil listrik, yang akan mencakup perwakilan dari pemasok seperti Denso Corp, Aisin Seiki Co, dan Toyota Industries Corporation.

Toyota memang telah fokus mengembangkan mobil ramah lingkungan seperti hybrid, plug-in hybrid dan kendaraan sel bahan bakar. Namun, masalah perbedaan energi dan infrastruktur di seluruh dunia serta regulasi yang semakin ketat membuat kendaraan nol emisi semakin dibutuhkan. Karenanya, bersama dengan promosi mobil sel bahan bakar, Toyota memutuskan untuk membuat struktur baru untuk memgomersialkan mobil listrik pada tahap awal.

Kata PN Jakarta Utara Ahok Disidang Sembilan Hari Lagi

Kata PN Jakarta Utara Ahok Disidang Sembilan Hari LagiPengadilan Negeri Jakarta Utara akan segera menggelar proses persidangan dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama. Humas PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi menyebut setidaknya persidangan dilakukan sembilan hari lagi.

Kata PN Jakarta Utara Ahok Disidang Sembilan Hari Lagi

“Kurang lebih sembilan hari baru bisa disidangkan, menurut standar operasional prosedur dari pelimpahan perkara oleh jaksa penuntut umum,” kata Hasoloan.

Dia menjelaskan, proses hukum yang memakan waktu sembilan hari itu di antaranya untuk menunjuk majelis oleh Ketua PN Jakarta Utara selama dua hari, sementara penunjukkan majelis hakim selama tujuh hari.

“Sekali lagi berupa estimasi berdasar SOP,” katanya.

Hasoloan mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan proses persidangan Ahok dapat lebih cepat dilakukan dalam jangka waktu yang telah ditentukan itu. Pihak pengadilan menjalankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Sistem alur perkara yang dilimpahkan seperti itu. Juga terkait dengan waktu pemanggilan hadir di persidangan tidak boleh kurang dengan kententuan undang-undang,” jelasnya.

Kemarin, Kejaksaan Agung telah menyerahkan berkas perkara kasus Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pihak kejaksaan kini menunggu penetapan waktu penyelenggaraan sidang perdana.

“Sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dengan ini kita tinggal tunggu penetapan kapan dimulainya sidang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Berdasarkan standar pelayanan kepaniteraan pidana, penerimaan pelimpahan berkas dilakukan dalam jangka waktu dua hari. Sesuai Pasal 137 KUHAP, disebutkan bahwa yang melimpahkan harus JPU atau petugas kejaksaan yang berstatus PNS yang mendapat tugas resmi untuk itu.

Persyaratan lainnya yaitu surat dakwaan, kelengkapan surat penahanan dan masa penahanan yang belum habis, serta kelengkapan barang bukti.

Sementara penunjukan Majelis Hakim dan Panitera serta pendistribusian berkas kepada majelis yang ditunjuk dilakukan selama tiga hari. Hal ini sesuai Pasal 152 KUHAP.

Penetapan hari sidang dan penetapan penahanan (jika ditahan), sesuai pasal 152 KUHP, dilakukan selama dua hari. Mekanisme dan prosedurnya, setelah berkas diterima, majelis hakim dan panitera pengganti yang bersangkutan membuat penetapan hari sidang pertama dan penetapan penahanan.

Perkara pidana harus diputus dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Jika terdakwa ditahan, perkara pidana harus diputus dan diselesaikan oleh pengadilan paling lama sepuluh hari sebelum masa tahanan habis.

Di Tengah Hujan, Jokowi-JK Jalan Kaki Keluar Istana Menuju Monas

Di Tengah Hujan, Jokowi-JK Jalan Kaki Keluar Istana Menuju MonasJakarta – Presiden Jokowi berjalan kaki didampingi Wapres JK berjalan kaki ke luar Istana Negara. Presiden dan Wapres berjalan menuju lokasi salat Jumat massa aksi damai 2 Desember di Monas.

Di Tengah Hujan, Jokowi-JK Jalan Kaki Keluar Istana Menuju Monas

Pantauan detikcom, Jumat (2/12/2016), Jokowi dan JK kompak memakai kemeja putih lengan panjang lengkap dengan pecinya. Jokowi dan JK membawa payung sendiri mengarah ke lokasi salat jumat di Monas.

Hujan deras mengguyur Monas dan sekelilingnya. Jokowi dan JK berjalan cepat sembari payungan dikawal beberapa pengawal.

Selain Jokowi dan JK ikut dalam rombongan Menko Polhukam Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Walcott Pecahkan Sebuah Rekor yang Dulu Pernah Dipegang Messi

Walcott Pecahkan Sebuah Rekor yang Dulu Pernah Dipegang MessiLondon – Nama pemain Arsenal Theo Walcott masuk ke Buku Rekor Dunia (Guinness Book of Records) setelah memecahkan sebuah rekor yang dulu pernah dipegang Lionel Messi. Rekor apa?

Walcott Pecahkan Sebuah Rekor yang Dulu Pernah Dipegang Messi

Sebagai salah satu pesepakbola paling jempolan di dunia saat ini Messi punya banyak koleksi rekor. Pada satu waktu ia pernah memegang rekor mengendalikan bola setelah dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Dalam sebuah acara promosi dari acara televisi Jepang, Messi sukses mengendalikan bola dengan ciamik setelah si kulit bundar dijatuhkan dari ketinggian 18 meter.

Rekor Messi tersebut kemudian dipecahkan oleh penggiat sepakbola freestyle, John Farnworth, yang memenuhi kriteria setelah bola dijatuhkan dari ketinggian 32 meter. Sampai akhirnya Walcott memecahkan rekor tersebut.

Aksi pemecahan rekor ini dilakukan Walcott dalam sebuah latihan tim. Ia juga harus bersaing dengan beberapa rekan satu timnya sendiri yakni Laurent Koscielny, Francis Coquelin, dan Nacho Monreal.

Di hadapan juri dari Guinness Book of Records, Walcott dinilai paling memenuhi kriteria pemecahanan rekor usai memamerkan keahlian mengendalikan bola agar tak menyentuh tanah setelah dijatuhkan dari ketinggian 34 meter. Nama Walcott pun masuk buku rekor dunia.

Penampakan Lautan Massa 2 Desember Putihkan Lapangan Monas

Penampakan Lautan Massa 2 Desember Putihkan Lapangan Monas

Jakarta – Peserta doa bersama 2 Desember memenuhi lapangan Monumen Nasional (Monas) sejak subuh. Mereka datang dari penjuru arah.

Penampakan Lautan Massa 2 Desember Putihkan Lapangan Monas

Berdasarkan pantauan udara detikcom, Jumat (2/12/2016), dari udara, lapangan Monas kini yang tampak berupa warna putih seluruhnya. Menyisakan hamparan hijau yang tidak diduduki massa.

Lautan putih tentu saja adalah para peserta doa bersama yang menyemut di sepanjang jalan di taman Monas.

Adapun warna hijau merupakan rumput taman Monas. Peserta doa bersama itu membiarkan rumput taman menghampar hijau.

Titik massa paling banyak berada di pintu selatan yang dekat dengan Patung Kuda. Mereka menyemut memanjang hingga pintu utara (dekat Istana). Massa juga terkonsentrasi di pintu utara dekat Masjid Istiqlal.

Doa bersama masih dilaksanakan dengan pemimpin para ulama secara bergantian. Kapolri Jenderal Tito Karnavian berserta jajaran juga ikut di panggung utama mengikuti jalannya doa bersama.

Ratna Sarumpaet Cs Diperiksa, Mako Brimob Dijaga Ketat

Ratna Sarumpaet Cs Diperiksa, Mako Brimob Dijaga KetatJakarta – Suasana di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua Depok kini dijaga lebih ketat. Setiap orang yang ingin masuk ditanyai keperluannya.

Ratna Sarumpaet Cs Diperiksa, Mako Brimob Dijaga Ketat

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (2/12/2016) pukul 08.35 WIB setiap orang masih dibebaskan untuk masuk ke area Mako. Hanya ada petugas berpakaian hitam-hitam sebanyak empat orang berjaga di pintu masuk.

Suasana di dalam Mako Brimob pun masih sepi. Tak banyak aktivitas yang dilakukan oleh petugas. Di sekitar halaman masih banyak ibu-ibu yang bersliweran dengan sepeda motor mengantarkan anaknya sekolah.

Saat detikcom mencoba mengkonfirmasi pemeriksaan Ratna Sarumpaet cs, seorang petugas menanyakan keperluan. Tak lama dia kemudian menginstruksikan bawahannya untuk mengantar keluar kompleks Mako Brimob.

“Tolong mbak ini diantar ke depan. Bilang ke petugas jaga di depan siapa saja yang masuk ke dalam ditanya mau kemana, ada urusan apa,” kata dia.

Detikcom kemudian dipersilakan mengikuti petugas piket itu. Oleh petugas detikcom diantar hingga ke depan pintu gerbang Mako Brimob.

Kini di pintu gerbang dijaga lebih banyak petugas. Seorang jurnalis TV yang sedang mengambil gambar ‘Kesatrian Korps Brimob Polri Amji Atta Kelapa Dua Depok’ juga dipersilakan keluar.

Ada dua mobil patroli polisi parkir di pintu gerbang yang dekat bangunan Gereja. Sementara itu petugas juga berjaga di lokasi.