Trigol 14,5 Menit Alexis Sanchez

Trigol 14,5 Menit Alexis SanchezLondon – Alexis Sanchez tampil menonjol dalam kemenangan telak Arsenal dengan skor 5-1 di markas West Ham United, berkat Trigol 14,5 Menit Alexis Sanchez di laga itu.

Trigol 14,5 Menit Alexis Sanchez

Dalam pertandingan di Upton Park, Sabtu (3/12/2016), tersebut Alexis Sanchez sudah berperan dalam gol pertama The Gunners yang dicetak oleh Mesut Oezil. Ia membuat assist atas gol itu.

Setelah itu Alexis Sanchez ikut mencatatkan nama di papan skor lewat gol-golnya di menit ke-72, 80, dan 86. Hat-trick si pemain internasional Chile sempat diselingi gol Andy Carroll untuk West Ham dan Alex Oxlade-Chamberlain buat Arsenal.

Ada rentang tak sampai 15 menit dari gol pertama Alexis Sanchez sampai dengan gol ketiganya. Tepatnya 14 menit dan 29 detik, sebagaimana dicatat oleh BBC.

Dengan gol tersebut Alexis Sanchez juga sudah terlibat langsung dalam enam dari delapan gol terakhir Arsenal di Premier League (lima gol, satu assist). Dari 19 laga di seluruh kompetisi musim ini, Alexis Sanchez kini punya koleksi 13 gol dan sembilan assist.

“Alexis Sanchez butuh waktu sampai akhirnya benar-benar ‘masuk’ secara mental ke pertandingan, tapi ia selalu mampu memberi Anda sesuatu yang spesial,” kata Manajer Arsenal Arsene Wenger.

“Ia adalah seorang pemain yang gigih dan berkelas. Anda tak menemukan banyak pemain seperti dirinya. Ia selalu bisa mengejutkan Anda. Ia juga punya teknik bagus,” tuturnya.

Debut Membanggakan Enzo Zidane

Debut Membanggakan Enzo ZidaneMadrid – Enzo Zidane tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh sang ayah. Pada laga debut di tim utama Real Madrid, putra sulung Zinedine Zidane itu langsung mencetak gol.

Debut Membanggakan Enzo Zidane

Enzo tampil sebagai pemain pengganti saat Madrid menghadapi Cultural Leonesa pada laga leg kedua babak 32 besar Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Kamis (1/12/2016) dinihari WIB. Gelandang berusia 21 tahun itu menggantikan Isco pada awal babak kedua.

Bagi Enzo, itu adalah penampilan perdananya bersama tim senior Madrid. Dia menimba ilmu di akademi Los Blancos sejak 2004 dan dalam beberapa musim terakhir membela tim B, Real Madrid Castilla.

Enzo membuat debutnya di tim senior menjadi lebih berkesan lewat sebuah gol pada menit ke-63. Tembakan mendatarnya dari depan kotak penalti mengecoh kiper lawan dan membawa Madrid memimpin 4-1.

Madrid akhirnya menang 6-1 pada laga tersebut. Mereka pun lolos ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 13-2.

“Mencetak gol pada debut di Real Madrid selalu jadi mimpi, dan saya benar-benar gembira karena hal itu datang di Bernabeu dan dengan sebuah kemenangan,” ujar Enzo seusai pertandingan.

“Ini adalah malam yang sangat spesial. Saya harus menunggu kesempatan saya dan sekarang kesempatan itu datang. Ini adalah awal dan saya harus terus bekerja agar mendapat lebih banyak kesempatan dan membantu tim,” katanya.

Enzo memang harus bekerja keras agar dia bisa membuat Zidane makin bangga. Saat masih jadi pemain, Zidane sukses mengantarkan Madrid menjuarai La Liga dan Liga Champions pada periode 2001–2006.

“Saya bangga sebagai seorang ayah dan pelatih untuk gol Enzo. Bukan cuma untuk itu, tapi untuk tim secara keseluruhan dan bagaimana mereka bermain malam ini,” tutur Zidane.

Tiga adik Enzo juga jadi bagian dari Madrid. Luca adalah kiper di Real Madrid Castilla, Theo (gelandang) saat ini berada di tim Cadete B, sementara si bungsu Elyaz (gelandang) berada di tim Alevin A.

Bara Api di Balik Diam Boaz Solossa

Bara Api di Balik Diam Boaz SolossaBara Api di Balik Diam Boaz Solossa – Sudah menjadi rahasia umum Boaz Solossa kerap bungkam seribu bahasa di hadapan media. Bahkan, ban kapten yang melingkar di lengan seragam timnas Indonesia pun tak serta-merta membuatnya gampang bertutur kata.

Bara Api di Balik Diam Boaz Solossa

Dua kali CNNIndonesia.com coba mewawancarai Boaz secara langsung di Manila, Filipina, lokasi di mana fase Grup A Piala AFF 2016 dihelat, selalu ditampik olehnya.

Kali pertama penolakan Boaz terjadi ketika timnas Indonesia tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino, Kamis (17/11) malam.

Di saat sejumlah media lokal berupaya meminta sepenggal komentar dari tim pelatih, saya mencoba untuk mewawancarai Boaz. Bahkan saya harus menguntitnya sampai mendekati bus rombongan pemain yang telah disediakan panitia pelaksana pertandingan.

Jawaban yang saya dapat, “Nanti saja setelah latihan resmi besok, saya akan bicara,” kata Boaz singkat sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam bus.

Saya menghargai sikap Boaz kala itu. Lagipula, mereka baru saja tiba dan itu bukanlah tempat resmi untuk melakukan proses tanya jawab.

Keesokan harinya, Indonesia berkesempatan menjajal Stadion Philippine Sports di malam hari. Namun, tak dinyana, Boaz kembali melengos ketika saya menagih janjinya untuk berkomentar di mixed zone (areal wawancara resmi pada pemain).

Hal tersebut memang menjadi hak pemain sepenuhnya. Saya pun memahami beban berat yang tengah dipikul Boci, begitu Boaz akrab disapa.

Indonesia pun menjalani laga perdana menghadapi Thailand di Stadion Philippine Sports. Meski kalah 2-4, namun skuat Garuda mempertontonkan permainan yang tak buruk.

Boci tampil spartan di sepanjang laga. Aksi ‘bisu’ nya di hadapan media berbanding 180 derajat ketika bertanding. Ia tampil garang dan tak kenal lelah mengejar bola yang justru mengobarkan semangat pada rekan-rekannya.

Sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, anak-anak Indonesia mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Boci dan Lerby Eliandry di pertengahan babak kedua.

Boci bahkan nyaris membuat tim Merah Putih berbalik unggul di menit ke-60 jika tembakannya dari jarak dekat tidak diblok kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan.

Sayangnya, hasil akhir belum memihak kepada Boci dkk. Indonesia harus mengakui keunggulan tim berjuluk Gajah Perang setelah Teerangsil Dangda yang telah menyumbang satu gol di babak pertama sukses memborong dua gol di waktu tersisa sekaligus memastikan kemenangan dengan skor 2-4.

Selepas pertandingan, sejumlah pemain pun tertunduk lesu. Namun, Boaz yang semula tak mau berkomentar justru rela menanggapi pertanyaan awak media.

“Kami harus tetap bersyukur karena masih mampu menyamakan kedudukan, meskipun mengalami kekalahan di akhir laga,” tutur Boaz di mixed zone setelah pertandingan.

“Kekuatan Filipina dan Singapura mungkin masih berada di bawah Thailand. Masih ada dua pertandingan lagi. Jadi, kami masih memiliki peluang,” tambahnya.

Pembakar Semangat

Komentar singkat yang boleh jadi pembakar motivasi bagi pemain lain. Meski takluk di laga perdana, ia masih menyimpan asa membara untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.

Kesokan harinya Boaz kembali menjadi insiprasi di lapangan dan kembali menyumbang satu dari dua gol Indonesia ke gawang Filipina. Namun, ia kembali bungkam setelah Indonesia ditahan imbang 2-2 tuan rumah.

Komentar Boaz yang beredar di media massa hanya berasal dari rilis ofisial timnas.

Akan tetapi, Boaz tak pernah sekalipun diam di lapangan. Kakinya tak berhenti berlari baik ketika dalam situasi menyerang atau bahkan bertahan. Semangatnya selalu berkobar di arena pertandingan.

Indonesia pun menatap laga terakhir lawan Singapura dengan optimistis. Meski sempat tertinggal 0-1 di babak pertama. Situasi berbalik di babak kedua dan Indonesia menang 2-1 sekaligus mengunci posisi runner up Grup A mendampingi Thailand ke semifinal.

“Kaka Boci selalu menjadi inspirasi saya dan seluruh pemain. Ia tak banyak bicara, tapi kerja kerasnya di lapangan membuat kami terpacu,” kata Fachrudin Aryanto, bek timnas Indonesia yang tampil lugas di fase grup.

Hal senada juga diungkapkan bek muda potensial, Hansamu Yama Pranata. Ia mengaku senang bisa mengenali sosok pemimpin seperti Boci.

“Dia sangat rendah hati. Bikin pemain muda seperti saya percaya diri. Dia juga yang menguatkan saya ketika tak sengaja membuat Irfan Bachdim cedera sebelum berangkat ke Filipina,” ujar Hansamu.

Seusai laga melawan Singapura, saya dan sejumlah rekan media dari Tanah Air berkesempatan berebincang santai dengan Boci di malam hari. Dia banyak bercerita soal situasi tim Merah Putih di fase grup Piala AFF kali ini.

Banyak kisah yang diungkap Boaz kepada para pemburu informasi, namun bukan untuk konsumsi berita. Ia hanya bercerita tentang atmosfer tim baik di dalam maupun di luar lapangan.

Terlepas dari aksi bisu terhadap media, Boci ternyata sosok yang lucu dan ceplas-ceplos dalam bertutur. Ia menutupi kelemahannya itu dengan etos kerja dan semangat yang menyala-nyala di dalam sebuah pertarungan.

Boaz di Mata Riedl

Alfred Riedl pun pernah berujar, Boci kini adalah sosok yang jauh berbeda dari sebelumnya. Itu juga yang mengilhaminya untuk memberikan jabatan kapten tim kepada Boci meski sempat berselisih pada 2010.

Boci sempat dicoret dari daftar pemain timnas yang diproyeksikan ke Piala AFF 2010 karena dianggap indispliner. Namun, ia pula yang kini menjadi tumpuan Riedl untuk membakar motivasi pemain di lapangan.

“Boaz sudah jauh berbeda dari yang pernah saya kenal sebelumnya. Pengalaman dan usia membuatnya semakin matang dan dewasa. Dia pemain yang paling pantas menjadi kapten tim. Dia adalah inspirasi pemain muda Indonesia,” ujar Riedl.

Langkah Indonesia di pesta sepak bola kawasan Asia Tenggara kali ini belum berakhir. Boci dkk masih harus berjuang untuk meladeni Vietnam di dua laga semifinal.

Menang atau kalah, peran Boci di timnas Indonesia kali ini sangat vital. Tak masalah bungkam di media asalkan kau terus menjadi inspirasi di lapangan Boci!

Ronaldo Menangkan Madrid atas Sporting Gijon

Ronaldo Menangkan Madrid atas Sporting GijonMadrid – Rentetan kemenangan Real Madrid terus berlanjut usai membekap Sporting Gijon 2-1. Cristiano Ronaldo menginspirasi kemenangan Madrid dengan menyumbang dua gol. Ronaldo Menangkan Madrid atas Sporting Gijon.

Ronaldo Menangkan Madrid atas Sporting Gijon

Bertanding di Santiago Bernabeu, yang berakhir Minggu (27/11/2016) dinihari WIB, El Real langsung mengambil kendali permainan. Ronaldo membawa tuan rumah unggul lebih dulu usai mengonversi penalti di menit-menit awal.

Setelahnya Ronaldo kembali unjuk ketajaman dengan membukukan gol kedua bagi Madrid. Sedangkan Sporting membalas melalui gol Carlos Carmona di babak kedua.

Ini artinya Madrid sudah membuat enam kemenangan beruntun di La Liga. Ronaldo dkk. masih mantap di puncak klasemen dengan 33 poin, mengungguli rival terdekatnya Barcelona (26) dan Atletico Madrid (21), yang baru akan bermain pada Senin (28/11) dinihari WIB.

Sementara, Sporting masih terbenam di zona degradasi usai menempati peringkat 18 dengan perolehan 9 poin hasil 13 pertandingan.

Jalannya Pertandingan

Sporting nyaris membuat kejutan. Pertahanan Madrid membuat kesalahan sehingga Sporting leluasa di dalam kotak. Sayangnya, saat tinggal berhadapan dengan Keylor Navas, penyelesaian Carlos Carmona hanya bersarang di sisi luar gawang Madrid.

Penalti untuk Madrid, menyusul ganjalan Isma Lopez terhadap Lucas Vazquez. Ronaldo maju sebagai eksekutor dan menyarangkan bola ke sudut bawah gawang Sporting. Madrid memimpin 1-0 di menit kelima.

Madrid cuma butuh 13 menit untuk menambah skornya menjadi 2-0. Nacho melepaskan umpan silang panjang yang menemui Ronaldo di tiang dekat. Tanpa kawalan, Ronaldo dengan mudah menyundul bola untuk menggetarkan gawang Sporting.

Hanya beberapa saat kemudian, gawang Sporting jebol lagi kali ini oleh Nacho. Tapi gol dianulir karena dia dalam posisi offside usai meneruskan bola rebound tembakan salto Sergio Ramos yang mengenai mistar.

Di menit 37, Sporting mampu memperkecil skor 1-2. Umpan silang Isma Lopez dari sisi kiri disambut Carmona dengan tembakan yang menaklukkan penjagaan Keylor Navas.

Menjelang turun minum, Ronaldo nyaris mencetak hat-trick. Dia melewati Douglas di tengah, sebelum melakukan tembakan keras mendatar tapi masih bisa dihalau kiper Diego Marino.

Madrid semakin dekat dengan gol ketiganya. Di menit 58, Karim Benzema melakukan tandukan dari depan gawang, meski masih mengarah tepat ke Marino.

Kedua tim kesulitan mempertahankan bola, seiring derasnya hujan yang mengguyur Bernabeu. Tapi di menit 73, tim tuan rumah kembali mengancam Sporting. Tendangan bebas Ronaldo meluncur ke tiang jauh, Lucas Vazquez yang dalam posisi bebas gagal menjangkau bola.

Di menit 77, wasit menunjuk titik putih untuk Sporting setelah Victor Rodriguez dijatuhkan Nacho. Duje Cop menjadi eksekutor, tapi tendangan kaki kanannya melambung. Gawang Madrid selamat, begitu pula dengan keunggulan mereka. Skor masih 2-1.

Sporting terus melakukan serbuan. Di menit 83, Cop hampir menebus kegagalan penaltinya dengan tembakan dari sisi kiri gawang, tapi masih gagal menembus penjagaan Navas.

Di masa injury time, Isco menusuk dari sisi kiri dengan melewati penjagaan Nacho sebelum masuk ke kotak penalti Sporting. Namun, tembakan Isco bisa diblok.

Pertandingan berakhir, Madrid berhak atas kemenangan 2-1 atas Sporting.

Ronaldo Menangkan Madrid atas Sporting Gijon

Susunan Pemain

REAL MADRID: Navas; Danilo, Ramos (Asensio 72′), Pepe, Nacho; Kovacic (Isco 81′), Modric, James (Marcelo 72′); Vazquez, Benzema, Ronaldo

SPORTING GIJON: Marino; Isma, Lillo, Amorebieta, Mere, Douglas; Moi (Victor Rodriguez 76′), Rachid (Nacho Cases 81′), Sergio, Carmona (Viguera 76); Cop

Vietnam Jumpa Indonesia di Semifinal, Malaysia Tersingkir

Vietnam Jumpa Indonesia di Semifinal, Malaysia TersingkirNay Pyi Taw – Vietnam yang lolos sebagai juara Grup B akan jadi lawan Indonesia di semifinal Piala AFF 2016. Sementara itu, Myanmar berhasil menyingkirkan Malaysia.

Vietnam Jumpa Indonesia di Semifinal, Malaysia Tersingkir

Begitulah hasil Matchday 3 grup tersebut yang dihelat, Sabtu (26/11/2016) malam WIB. Vietnam yang sudah memastikan lolos berkat dua kemenangan awal menghadapi Kamboja di laga terakhirnya.

Pada pertandingan yang dihelat di Wunna Theikdi Football Stadium, Nay Pyi Taw, Vietnam mendapat bencana ketika sudah kehilangan satu pemainnya, Dinh Luat Trong di menit ketujuh karena melanggar pemain Kamboja yang dalam posisi on goal.

Namun, Vietnam berhasil unggul duluan pada menit ke-20 lewat gol indah kapten sekaligus strikernya, Le Cong Vinh, yang melepaskan sontekan meneruskan umpan silang Nguyen Van Tuan. Padahal Cong Vinh sedang dikawal dua pemain lawan.

Gol kedua Vietnam didapat lima menit setelah turun minum. Kesalahan Tola Nub dalam membuang bola malah mengarahkannya ke gawang sendiri. Kiper Kamboja, Um Sereyroth, terpaku melihat jalanya bergetar.

Kamboja lantas memperkecil skor jadi 1-2 di menit ke-65 lewat gol Chrenrng Polroth. Skor tersebut bertahan hingga laga usai.

Dengan tambahan tiga poin itu, Vietnam lolos sebagai juara grup dengan nilai sempurna (9) dari tiga laganya. Mereka akan berjumpa Indonesia di semifinal.

Leg pertama akan dihelat di Indonesia pada 3 Desember mendatang sebelum gantian jadi tuan rumah empat hari setelahnya.

Menemani Vietnam sebagai wakil Grup B adalah Myanmar yang menang 1-0 atas Malaysia berkat gol David Htan di menit ke-89. Myanmar finis runner-up dengan enam poin.

Malaysia di posisi ketiga dengan tiga poin dan Kamboja dengan nol poin di posisi terbawah.

West Ham Akan Manfaatkan Mourinho yang Tak Lagi Gemilang di Kandang

West Ham Akan Manfaatkan Mourinho yang Tak Lagi Gemilang di KandangManchester – West Ham United akan bertandang ke markas Manchester United akhir pekan ini. Mereka bakal memanfaatkan rekor kurang bagus Jose Mourinho di laga-laga kandang musim ini.

West Ham Akan Manfaatkan Mourinho yang Tak Lagi Gemilang di Kandang

Laga antara West Ham dengan MU akan digulirkan pada Minggu (27/11/2016) malam WIB. Dalam lima pertemuan terakhir, West Ham adalah lawan yang tak mudah dikalahkan oleh MU.

Statistik menunjukkan, MU cuma bisa menang sekali, kalah satu kali dan tiga laga lainnya berakhir seri. Dua laga yang dihelat di Old Trafford berkesudahan imbang.

Selain itu, manajer West Ham Slaven Bilic, juga bakal memanfaatkan hasil-hasil kurang sip yang dibuat MU dalam laga-laga kandang mereka musim ini, setelah MU ditangani Jose Mourinho. Faktanya, MU cuma menang dua kali dalam enam laga home mereka. Tiga laga lain berakhir imbang dan MU satu kali kalah.

Situasi itu berbeda dengan ketika Jose Mourinho menangani Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid. Selama sembilan tahun, Mourinho tak terkalahkan di laga kandang di liga.

“Jose Mourinho adalah salah satu manajer terhebat. Statistik pertandingan-pertandingan dia di laga home mungkin tak ada yang melebihi dia. Tapi, dia kelihatan kesulitan untuk menjaga standart itu dan saat ini boleh dibilang sudah merosot,” kata Bilic seperti dikutip Soccerway.

“Saya optimistis menghadapi laga itu. Kalau kami bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri, ditambah sedikit keberuntungan, kami akan mampu meraih poin pada laga hari Minggu nanti,” ucap dia.

Persela Diminta Tak Silau dengan Nama Besar Persib

Persela Diminta Tak Silau dengan Nama Besar Persib

Lamongan – Meski tidak akan bermain full team, Persela Lamongan tetap optimistis akan mampu mengadang laju Persib Bandung. Laskar Joko Tingkir juga diminta untuk tidak silau dengan nama besar Persib.

Persela Diminta Tak Silau dengan Nama Besar Persib

Persela akan menjamu Persib dalam lanjutan Torabika Soccer Championship di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (26/11/2016). Untuk laga tersebut, mereka tak akan diperkuat oleh dua gelandangnya, yaitu Agung Pribadi dan Tamsil. Agung tak bisa dimainkan terkait statusnya sebagai pemain pinjaman dari Persib, sedangkan Tamsil saat ini tengah dalam suasana bulan madu.

Meski Persib punya materi pemain yang lebih baik, Persela tak mau dipecundangi di kandang sendiri.

“Perlu kerja keras untuk mengalahkan Persib dan saya harap pemain-pemain saya tidak silau dengan nama besar Persib sehingga bisa tampil maksimal,” ujar pelatih Persela, Aji Santoso.

Terkait absennya Agung dan Tamsil, Aji mengaku sudah menemukan komposisi yang pas dalam latihan beberapa hari terakhir. “Yang jelas kami siap menghadapi Persib,” katanya.

Sementara itu, pelatih Persib Djadjang Nurjaman mengakui bahwa Persela sudah membaik sejak ditangani oleh Aji. Tapi, timnya tetap mengincar kemenangan pada laga ini.

“Grafik Persela sejak ditangani coach Aji mengalami kenaikan performa,” katanya.

“Kami telah mempersiapkannya sejak sebelum berangkat ke Lamongan dan meski sulit namun kami menargetkan untuk bisa membawa pulang tiga poin,” ujar Djadjang.

Persib saat ini menghuni posisi kedelapan di klasemen sementara TSC dengan perolehan 44 poin dari 28 laga. Sementara Persela berada di posisi ke-17 dengan 25 poin dari 29 laga.

Lolos ke Semifinal, Indonesia Tak Boleh Cepat Puas

Lolos ke Semifinal, Indonesia Tak Boleh Cepat PuasManila – Indonesia memang sudah lolos ke babak semifinal Piala AFF 2016. Meski begitu, skuat ‘Garuda’ diperingatkan agar tak segera berpuas diri.

Indonesia lolos ke babak empat besar Piala AFF 2016 usai memetik kemenangan atas Singapura. Di laga yang berlangsung di stadion Rizal Memorial, Jumat (25/11/2016), tim ‘Merah-Putih’ menang 2-1.

Lolos ke Semifinal, Indonesia Tak Boleh Cepat Puas

Sempat tertinggal satu gol di babak pertama akibat gol Khairul Amri, Indonesia memetik kemenangan usai Andik Vermasah dan Stefano Lilipaly menjebol gawang Singapura. Indonesia lolos sebagai runner-up Grup A dengan perolehan empat poin dari tiga laga, di bawah Thailand yang jadi juara grup.

Kendati grafik permainan Indonesia terus menanjak, tim asuhan Alfred Riedl itu diminta untuk tak berpuas diri. Hal itu seperti diucapkan oleh Rizky Pora.

“Kami senang bisa melaju ke semifinal. Ini hasil yang kami harapkan setelah perjuangan kami,” kata Rizky seusai laga.

“Saya tak bisa menilai terlalu jauh. Pelatih yang bisa melihat keunggulan dan kelemahan kami. Sebagai pemain, kami tetap akan berusaha tampil sebaik mungkin untuk Indonesia,” imbuhnya.

Indonesia kini tinggal menunggu lawan di babak semifinal, yang akan digelar dengan format kandang-tandang pada 3 dan 7 Desember mendatang. Calon lawan Indonesia adalah Vietnam, Myanmar, atau Malaysia.

“Kami akan lebih fokus lagi menatap semifinal. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri. Yang terpenting sebagai pemain jangan cepat puas,” kata Rizky.

Tiga Duel Kunci Timnas Indonesia Vs Singapura

Tiga Duel Kunci Timnas Indonesia Vs SingapuraTimnas Indonesia akan menjalani laga krusial Grup A Piala AFF 2016 melawan timnas Singapura di Stadion Rizal Memorial, Manila, Jumat (25/11) malam. Berikut ini tiga kunci duel pertandingan panas tersebut.

Tiga Duel Kunci Timnas Indonesia Vs Singapura

Boaz Solossa vs Madhu Mohana

Kapten Timnas Indonesia yang sudah mencetak dua gol di Piala AFF 2016, akan kembali menjadi andalan tim Merah Putih untuk mencetak gol ke gawang Singapura. Boaz merupakan pemain paling senior di skuat Timnas Indonesia saat ini.

Meski sudah memperkuat Timnas Indonesia sejak 2004, Boaz masih mampu menjadi andalan di tim Garuda. Sprint pendek yang cepat, kedua kaki yang sama kuatnya, serta pergerakan tanpa bola yang impresif menjadi andalan Boaz.

Sementara Mohana bek serba bisa yang dimiliki Singapura saat ini. Selain bermain sebagai bek kanan, bek 25 tahun itu juga bisa bermain sebagai bek tengah. Menjadi bagian timnas Singapura sejak 2013, pemain Warriors FC itu belakangan menjadi andalan pelatih Varadaraju Sundramoorthy sebagai pengganti Baihakki Khaizan.

Meski kalah pengalaman dari Boaz, Mohana tetap akan sulit ditembus penyerang Persipura Jayapura tersebut. Mohana punya keunggulan di stamina dan fisik, Boaz punya keunggulan pengalaman.

Andik Vermansah vs Shakir Hamzah

Andik merupakan andalan Indonesia ketika melakukan serangan balik. Seperti yang ditunjukkan pemain Selangor FA itu ketika menghadapi Filipina, saat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti berujung pada gol Boaz.

Andik akan berhadapan langsung dengan Hamzah yang akan mengisi posisi bek kiri. Hamzah sudah mengoleksi 30 caps bersama timnas Singapura meski baru 24 tahun. Hamzah merupakan bagian dari timnas Singapura ketika meraih medali perunggu di SEA Games 2013.

Rudolof Yanto Basna vs Safuwan Baharudin

Safuwan merupakan salah satu pemain serba bisa yang dimiliki timnas Singapura. Memiliki posisi alami sebagai bek tengah, pemain 25 tahun itu bisa tampil sebagai gelandang bertahan, gelandang serang, dan penyerang.

Belakangan Safuwan lebih banyak dimainkan pelatih Varadaraju Sundramoorthy sebagai gelandang serang. Safuwan bisa menjadi ancaman berbahaya bagi Basna yang belum menunjukkan permainan konsisten.

Basna merupakan salah satu bek yang diprediksi akan menjadi masa depan timnas Indonesia. Namun, bek Persib Bandung itu terlihat rapuh dan sering melakukan kesalahan tidak perlu. Basna juga beberapa kali terlihat mudah terpancing keluar wilayah pertahanan Indonesia.

Ini Saran Henry untuk Gerrard yang Baru Saja Pensiun

Ini Saran Henry untuk Gerrard yang Baru Saja PensiunLondon – Steven Gerrard baru saja mengumumkan keputusannya untuk pensiun sebagai pesepakbola. Thierry Henry punya saran terkait langkah-langkah selanjutnya untuk mantan kapten Liverpool itu. Ini Saran Henry untuk Gerrard yang Baru Saja Pensiun.

Gerrard, 36 tahun, resmi gantung sepatu pada Kamis (24/11/2016) setelah berkarier sebagai pesepakbola profesional sejak 1998 silam. Dalam kariernya sebagai pemain, Stevie G hanya memperkuat dua klub, Liverpool dan Los Angeles Galaxy.

Ini Saran Henry untuk Gerrard yang Baru Saja Pensiun

Gerrard saat ini tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan dia ambil. Dia sudah menolak tawaran untuk menjadi manajer MK Dons karena merasa pekerjaan manajer terlalu dini untuknya.

Henry menyarankan Gerrard untuk tak terlalu lama jauh dari sepakbola. Menurut mantan striker Arsenal yang sekarang jadi asisten pelatih timnas Belgia itu, istirahat dari sepakbola bukanlah pilihan terbaik untuk Gerrard.

“Tidak, karena dulu saya tidak begitu dan saya yakin dia juga tidak begitu,” ujar Henry kepada Sky Sports News HQ.

“Akan lebih baik jika tetap terhubung, tahu apa yang sedang terjadi, memastikan orang-orang tidak lupa soal Anda. Orang-orang cenderung untuk lupa soal Anda,” imbuhnya.

Jika Gerrard ingin masuk ke dunia kepelatihan, Henry mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang akan dihadapi.

“Anda harus belajar seperti apa menjadi seorang pelatih. Itu sepenuhnya berbeda. Dia punya semua atribut untuk melakukannya. Tapi, itu tak mudah, percayalah,” tuturnya.

“Sebagai seorang pelatih, Anda harus berhadapan dengan semua orang. Pers, para pemain, staf, satu orang dengan egonya, satu orang yang tidak bermain, mengurusi sesi latihan, berurusan dengan cedera,” kata Henry.