Hillary Menang di Dixville Notch yang Gelar Pilpres Tengah Malam

Hillary Menang di Dixville Notch yang Gelar Pilpres Tengah MalamNew Hampshire – Sebagian besar negara bagian Amerika Serikat (AS) mulai melakukan pemungutan suara pada Selasa (8/11) pagi. Namun ada satu kota yang terlebih dulu menggelar pemungutan suara pada Senin (7/11) tengah malam waktu AS, yakni Dixville Notch. Hillary Menang di Dixville Notch yang Gelar Pilpres Tengah Malam.

Seperti dilansir CNN, Selasa (8/11/2016), Dixville Notch merupakan kota kecil di sebelah utara New Hampshire, yang dekat dengan perbatasan Kanada. Ada 8 warga kota ini yang menggunakan hak suaranya pada Senin (7/11) tengah malam.

Hillary Menang di Dixville Notch yang Gelar Pilpres Tengah Malam

Hasil pemungutan suara di Dixville Notch menunjukkan capres Partai Demokrat Hillary Clinton meraup 4 suara, capres Partai Republik Donald Trump meraup 2 suara dan kandidat alternatif Partai Libertarian meraup 1 suara. Sedangkan satu warga menuliskan kandidat alternatif, yakni Mitt Romney.

Pemungutan suara yang digelar di Dixville Notch disaksikan oleh sejumlah wartawan, karena sudah menjadi tradisi yang berlangsung lebih dari setengah abad terakhir.

Meskipun hasilnya tidak berpengaruh penting bagi hasil keseluruhan, namun jika dilihat dari sisi takhayul, Kota Dixville Notch telah memilih pemenang pilpres dalam sedikitnya tiga dari empat pilpres terakhir. Pada pilpres tahun 2000 dan 2004 lalu, George W Bush menang di Kota Dixville Notch dan menjadi presiden AS. Sedangkan pada pilpres tahun 2008, Obama menang di Dixville Notch.

Selain Dixville Notch, Kota Millsfield juga menggelar pemungutan suara pada Senin (7/11) tengah malam. Di Kota Millsfield, Trump menang besar atas Hillary. Sekitar 16 suara mendukung Trump, sedangkan hanya 4 suara yang mendukung Hillary.

Satu pemilih menuliskan kandidat alternatif, yakni Bernie Sanders. Pemilih memang diperbolehkan memilih kandidat alternatif lainnya selain dua capres utama dalam surat suara. Sanders yang kalah melawan Hillary dalam pencapresan Partai Demokrat beberapa waktu lalu, memang unggul besar saat pemilihan awal di New Hampshire.

Sementara itu, Hillary meraup kemenangan tipis atas Trump di kota kecil Hart’s Location, yang juga ada di New Hampshire. Hillary meraup 17 suara melawan Trump dengan 14 suara. Kandidat alternatif dari Partai Libertarian Gary Johnson meraup 3 suara dan dua suara lainnya diberikan untuk Sanders.

Pemungutan suara lebih awal dari wilayah AS lainnya telah digelar di Dixville Notch (tengah malam) sejak tahun 1960 dan untuk Hart’s Location (dini hari) digelar sejak tahun 1948. Kedua kota itu bersama Millsfield menjadi kota-kota di AS yang menggelar pemungutan suara lebih awal dari wilayah lain.

Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XV

Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XVJakarta – Peparnas XV memang spesial. Di hari pertama, emas pertama diraih oleh Azwar Saputra. Atlet lari asal Bangka Belitung itu menjadi yang tercepat di lomba lari nomor 5000 meter. Dia ternyata seorang tuna rungu dan juga tuna wicara. Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XV.

Saat berada di Media Center Peparnas XV di Ibis Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung, Azwar menjadi perhatian wartawan. Sebelum konprensi pers digelar, pemuda berusia 19 tahun itu sudah siap bersama pelatihnya, Ahmad Naji.

Ini Dia Sosok Azwar Saputra, Peraih Emas Pertama Peparnas XV

Kontan sejumlah wartawan yang ada di media center mencoba mewawancarainya. Namun, untuk melakukan hal itu terkendala komunikasi dan bahasa yang dilakukan. Para wartawan kesulitan karena harus menggunakan bahasa isyarat. Lucunya, sang pelatih pun tak bisa banyak menggunakan bahasa isyarat. “Saya hanya menggunakan bahasa batin saja kalau melatih,” kata Ahmad Naji sambil tersenyum.

Beruntung, panitia memiliki perwakilan dari Dinas Sosial untuk menerjemahkan. Maka terjadilah wawancara dengan menggunakan penerjemahan bahasa isyarat. Ditanya tentang perasaannya bisa meraih medali emas, Azwar hanya mengacungkan tangan yang terkepal depan dadanya sambil tersenyum. Menurut penerjemah, atlet berusia kelas 3 SLB C itu merasakan bahagia. “Katanya dia bahagia,” penerjemaah menjelaskan kepada wartawan.

Pelatih Azwar, Ahmad Naji, mengaku tak sengaja bertemu dengan Azwar. Sehari-hari Naji bekerja sebagai guru olahraga. Saat bertemu, Azwar belum sekolah. Ia lalu menawarkan untuk sekolah dan berolahraga kepadanya. Azwar mau dan ia pun sekolah di SLB. “Itu dua tahun lalu,” katanya.

Ia pun mengajak Azwar untuk berolahraga. Setiap hari ia lari di kampungnya. Awalnya ia yang datang ke rumah Azwar. Namun kemudian Azwar malah sebaliknya yang sering datang ke rumah Naji. Sejak itu Azwar dikenalkan olahraga lari.

Meskipun demikian, melatih Azwar ternyata bukan perkara mudah. Selain sering mengalami komunikasi dan bahasa, Azwar terkadang sulit diatur. Saat latihan, katanya, Azwar sering melakukan kegiatan lain. “Misalnya dia masih tidur saat saya datang ke rumah,” katanya seraya menambahkan dia menyadari harus bersabar untuk melatih Azwar.

Naji mencontohkan, saat akan bertanding Azwar dan dirinya sempat ketinggalan bis yang membawa atlet ke venue atletik di stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api). Terpaksa, Azwar dan Naji pun pergi dengan menggunakan taxi dari hotel Ibis ke GBLA.

Namun ternyata, di kelas 5.000 meter, Azwar menjadi yang tercepat dan meraih medali pertama. Ditanya apakah dia akan ikut kejuaraan yang lebih tinggi, Azwar menggoyangkan telapak tangannya. Namun sang pelatih malah memberi bahasa isyarat telapak tangannya menanjak. Keduanya pun tersentum di antara kerumunan wartawan.

Fahri Hamzah Bicara Soal Orasinya di Demo 4 November yang Disorot

Fahri Hamzah Bicara Soal Orasinya di Demo 4 November yang DisorotJakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut turun ke jalan saat demo 4 November 2016. Orasi Fahri di demo itu kini sedang disorot. Apa penjelasan Fahri? Fahri Hamzah Bicara Soal Orasinya di Demo 4 November yang Disorot.

Dalam orasinya pada Jumat (4/11/2016) siang, Fahri sempat menyinggung mengenai mekanisme seorang Presiden diturunkan dari jabatannya. Dia juga sempat berbicara mengenai parlemen jalanan.

Fahri Hamzah Bicara Soal Orasinya di Demo 4 November yang Disorot

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya sedang mempelajari pernyataan Fahri ini. Tim tengah melihat lebih jauh apakah ada unsur pidana dalam orasi itu.

“Ya kita akan pelajari apakah itu bisa masuk ke dalam pasal makar kalau masuk ke dalam pasal makar ya kami proses hukum, prinsipnya gitu,” ujar Tito di Gedung PTIK, Rabu (8/11/2016).

Dikonfirmasi terpisah, Fahri menjelaskan mengenai orasinya pada demo 4 November itu. Menurut Fahri, apa yang dia sampaikan berawal dari konsep trias politika.

“Ada dua fakta anggota dewan yang harus dipahami oleh penegak hukum. Ada kamar eksekutif, ada kamar legislatif dan ada kamar yudikatif. Ini kamar-kamar independen dalam negara demokrasi,” kata Fahri saat ditemui di sela-sela konferensi pers kongres KAMMI di restoran Pulau Dua, Senayan petang ini.

“Yang kedua, DPR ditugaskan untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Dan oleh konstitusi, DPR punya hak imunitas. Dia tidak boleh dipidana karena ucapan dan tindakannya dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Munculah itu dalam UUD 1945 bukan dalam Undang undang, tapi dalam konstitusi negara. Untuk menghormati trias politika, muncul juga dalam UU MD3. Sehingga kita melahirkan Mahkamah Kehormatan dewan untuk membuat independen untuk menegakkan etik di lingkungan dewan,” sambung Fahri.

Fahri lantas menjelaskan mengenai poin kedua sektor legislatif. Menurut Fahri cakupan kewenangan legislatif cukup besar, namun ada prosedur yang membatasi.

“Fakta kedua tentang legislatif itu bahwa menjatuhkan pemerintahan atau mengakhiri kekuasaan, pemerintah eksekutif itu diatur secara konstitusional dalam konstitusi dan Undang-undang. Kalau mau menjatuhkan pemerintahan ada prosedurnya. RI negara Demokrasi ada aturannya,” sambungnya.

“Sehingga kemudian saya berkali-kali mengatakan, orang kalau demo, Presiden itu bahwa kalau dia berkhianat dan melanggar konstitusi dia bisa juga dikejar. Yang bisa jatuh bukan hanya anggota DPR, Presiden juga bisa jatuh,” ujar Fahri.

Derby Madrid Kali Ini Vital untuk Atletico

Derby Madrid Kali Ini Vital untuk AtleticoMadrid – Atletico Madrid akan melakoni laga derby melawan Real Madrid usai jeda internasional. Laga kali ini disebut vital untuk Los Colchoneros. Derby Madrid Kali Ini Vital untuk Atletico.

Atletico baru saja menuai hasil negatif menjelang jeda internasional. Mereka takluk 0-2 dari Real Sociedad.

Derby Madrid Kali Ini Vital untuk Atletico

Akibat hasil negatif itu, Atletico saat ini ada di posisi empat klasemen sementara. Mereka mengumpulkan 21 poin, tertinggal enam angka dari El Real di posisi pertama.

Oleh karena itu, penggawa Atletico, Gabi, bilang bahwa Los Rojiblancos tak akan membiarkan Madrid menang ajar jarak di klasemen tak lebih jauh lagi.

“Ini akan menjadi pertandingan vital untuk kami. Ini krusial karena kami tak bisa membiarkan Madrid menjauh dari kami di klasemen,” kata Gabi seperti dilansir oleh Soccerway.

“Kami ingin kembali sejajar dengan mereka untuk menjadi tim yang solid di lini belakang dan kami semua harus melakukan semua pekerjaan kami untuk membuat tim merasa aman.”

“Ini merupakan momen sulit untuk tim. Tim sudah terbiasa menang, tapi kami tak bermain bagus dan sekarang kami telah kalah dalam dua pertandingan tandang. Kekalahan selalu negatif dan lebih lagi saat itu berati bahwa posisi Anda turun.”

“Kami ingin menjadi tim terbaik dan agar itu terwujud, kami harus meningkatkan diri,” imbuhnya.

Penggunaan Bahasa Asing Jadi Syarat Kelulusan Perguruan Tinggi Digugat ke MK

Penggunaan Bahasa Asing Jadi Syarat Kelulusan Perguruan Tinggi Digugat ke MKJakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pendahulan terkait penggunaan bahasa asing dalam sistem pendidikan nasional. Gugatan itu diajukan oleh Forum Kajian Hukum dan Konstitusi (FKHK) yang mewakili mahasiswa, guru dan dosen.

Gugatan yang dimohon oleh Viktor Santoso Tandiasa, Ryan Muhammad, Sodikin, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul, serta Gerakan Mahasiswa Hukum Jakarta itu, ingin menguji pasal 37 ayat 3 UU No 12 Tahun 2012 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 33 ayat 3 UU No 12 Tahun 2003 tentang Bendera, Bahasa Asing dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, kemudian pasal 29 ayat 2 UU No 24 tahun 2009 tentang Lagu Kebangsaan.

Penggunaan Bahasa Asing Jadi Syarat Kelulusan Perguruan Tinggi Digugat ke MK

“Pasal tersebut hanya mengatur ketentuan bahwa bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan dimaknai bahasa asing sebagai bahasa semua peserta didik di semua jenjang pendidikan di Indonesia,” ujar Kuasa pemohon Achmad Saifudin Firdaus dalam keterangan tertulisnya usai persidangan di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat , Senin (7/11/2016).

Achmad mengatakan, seharusnya bahasa Indonesia dapat dijadikan instrumen penunjukan eksitensi dan identitas nasional. Namun kondisi yang terjadi sistem pendidikan perguruan tinggi menjadikan bahasa asing sebagai syarat wajib.

“Namun pasal itu dimaknai juga sebagai syarat hasil penelitian karya civitas akademik yang diterbitkan dalam jurnal international sebagai syarat wajib kelulusan publikasi jurnal bagi mahasiswa S1, S2 dan S3,” imbuhnya.

Dia menjelaskan pasal tersebut bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat dan tidak punya kekuatan hukum yang mengikat dalam satu sistem. Sehingga tidak menjadi beban proses pendidikan peserta didik.

“Gugatan ini diajukan ke Mahkamah Konstitusi dengan tujuan agar bahasa asing dapat menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan namun tidak dapat menghambat kelulusan bagi peserta didik di Indonesia,” pungkasnya.

Usai membacakan permohonan Majelis Hakim I Dewa Gede Palguna menutup sidang Permohonan dengan Nomor resgiter 98/PUU-XIV/2016 untuk dimusyawarahkan dengan hakim anggota lainnya. Sidang pun kembali dilanjutkan Senin (21/11) dengan agenda perbaikan permohonan.

Total Mi Berformalin yang Disita Dalam Penggerebekan di Medan Seberat 650 Kg

Total Mi Berformalin yang Disita Dalam Penggerebekan di Medan Seberat 650 KgMedan – Sebuah rumah yang dijadikanhomeindustry mi kuning dan mi lidi yang menggunakan bahan berbahaya digerebek Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan,Sumatera Utara (Sumut). Dari lokasi tersebut, petugas menyita mi kuning seberat 650 kilogram. Total Mi Berformalin yang Disita Dalam Penggerebekan di Medan Seberat 650 Kg.

Kepala BBPOM Medan M Ali Bata Harahap mengatakan, selain menyita mi kuning, pihaknya juga menyita mi lidi sebanyak 560 bungkus. Mi tersebut, kata dia, siap diedar ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Medan.
“Dari sini kita juga menemukan satu jeriken berisi formalin, caustis soda (soda api) 30 kilogram, boraks 10 kilorgam,” ujar Ali saat ditemui di lokasi penggerebekan Jalan Kawat III, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Senin (7/11/2016).

Total Mi Berformalin yang Disita Dalam Penggerebekan di Medan Seberat 650 Kg

Total Mi Berformalin yang Disita Dalam Penggerebekan di Medan Seberat 650 KgMenurut Ali, home industry yang dikelola berinisial H ini sudah beroperasi dua tahun lalu. Pengungkapan ini berhasil dketahui setelah petugas melakukan ivestigasi sejak sebulan.
“Jadi, mi ini menggunakan bahan-bahan berhaya. Efeknya bila mengonsumsi mi yang mengandung bahan berbahaya ini bisa merusak ginjal kemudian dapat menyebabkan kanker. Mie kuning ini, perbungkusnya dijual Rp 17 ribu,” terang Ali.
Kini, barang bukti tersebut telah disita petugas BBPOM Medan. Petugas tengah mendalami kasus tersebut.

Dua Kali Diperiksa, Sudah 40 Pertanyaan dari Penyelidik Dijawab Ahok

Dua Kali Diperiksa, Sudah 40 Pertanyaan dari Penyelidik Dijawab AhokJakarta – Penyelidik Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI hari ini memeriksa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kontroversi pidatonya yang dilaporkan telah menistakan agama. Ahok diminta keterangan sebagai saksi terlapor. Dua Kali Diperiksa, Sudah 40 Pertanyaan dari Penyelidik Dijawab Ahok.

Hari ini adalah untuk kedua kalinya Ahok memberikan keterangan kepada penyelidik. Sebelumnya pada Senin, 24 Oktober dua pekan lalu, Ahok juga sudah memberikan keterangan kepada penyelidik Bareskrim. Saat itu Ahok mendatangi Bareskrim di kompleks gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gambir, Jakarta Pusat atas kemauan sendiri.

Dua Kali Diperiksa, Sudah 40 Pertanyaan dari Penyelidik Dijawab Ahok

Kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna mengatakan hari ini penyelidik memberikan 22 pertanyaan untuk Ahok. Pada pemeriksaan Senin dua pekan lalu penyelidik memberikan 18 pertanyaan.

“Sehingga totalnya sudah 40 pertanyaan (untuk Ahok),” kata Sirra usai mendampingi Ahok menjalani pemeriksaan oleh penyelidik Bareskrim di Ruang Utama Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Baik Sirra Prayuna maupun Ahok tak memberikan penjelasan lebih detail soal pertanyaan yang diberikan oleh penyidik. “Lebih jelasnya silakan tanya penyidik,” kata Ahok singkat.

Komitmen Jokowi dan Janji Kapolri Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok

Komitmen Jokowi dan Janji Kapolri Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh AhokJakarta – Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini akan diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama. Kasus ini mendapat perhatian besar dari publik karena mengundang aksi unjuk rasa besar-besaran pada Jumat (4/11) kemarin di depan Istana Merdeka.

Kasus ini berawal dari ucapan Ahok yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 saat bertemu warga di Kepulauan Seribu Rabu (30/9) lalu. Seorang warga bernama Buni Yani lalu memposting video pernyataan Ahok tersebut ke media sosial dan menjadi viral. Di postingan video itu, dia juga memasukkan tulisan bernada provokatif. Begini tulisan Buni Yani di video yang diunggahnya tersebut:

Komitmen Jokowi dan Janji Kapolri Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok

“Penistaan terhadap agama?

“Bapak-ibu (pemilih muslim)…dibohongi Surat Al Maidah”…(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,”

“Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini.”

Demikianlah postingan tulisan Buni Yani yang diunggahnya ke Facebook pada Kamis (6/10/2016) lalu. Postingan video dan tulisan Buni Yani itu pun langsung viral. Terjadi pro dan kontra di kolom komentar postingannya itu.

Banyak umat Islam yang emosinya tersulut setelah melihat postingan Buni Yani itu. Postingan itu pun jadi viral karena dishare netizen ke berbagai media sosial lainnya.

Selanjutnya, pada Kamis (6/10), Ahok dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) bersama Novel Bakmumin. Ahok dianggap telah melakukan penistaan agama karena telah menyinggung soal surat Al Maidah ayat 51.

Tak hanya itu, sejumlah orang mengatasnamakan diri Forum Anti Penisataan Agama (FUPA) yang terdiri dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (IKA UMSU) se-Jabodetabek, Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah se-nusantara (Kauman) dan Lembaga Advoksi Konsumen Muslim Indonesia (LAKMI), juga melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya pada Jumat (7/10).

Ahok sendiri sebelumnya telah mendatangi Bareskrim Polri terkait laporan tersebut pada Senin (24/10). Ahok mengataka dirinya mendatangi Bareskrim Polri untuk mengklarifikasi ucapannya terkait Al Maidah ayat 51.

“Kasus Pulau Seribu, Surat Al Maidah,” kata Ahok mengenai maksud kedatangannya ke Bareskrim saat itu.

Bahkan diketahui, pihak Bareskrim juga telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait kasus ini.

Namun, gelombang protes dan galangan massa kadung membesar terkait adanya dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Aksi unjuk rasa besar-besaran itu dihadiri ribuan orang dari berbagai ormas Islam dan para tokoh ulama dilakukan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Jumat (4/11).

Massa unjuk rasa tersebut menuntut agar Ahok segera diperiksa oleh Bareskrim. Massa juga meminta agar Presiden Jokowi tidak melakukan perlindungan ataupun intervensi terhadap kasus Ahok tersebut.

Aksi yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB itu sempat berjalan damai dan tertib hingga pukul 18.00 WIB. Sayangnya, lepas waktu Isya, kerusuhan terjadi. Warga dan polisi menjadi korban dalam peristiwa itu.

Tudingan melakukan perlindungan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah. Bahkan, lewat tengan malam setelah kerusuhan tersebut, Presiden Jokowi langsung menggelar rapat dan jumpa pers.

Jokowi menegaskan komitmennya, proses hukum terhadap Ahok harus dilakukan secara tegas dan transparan.

“Telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (5/11) dini hari.

Tak cukup itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga menyampaikan ke publik soal kasus Ahok ini. Dia berjanji akan melakukan proses hukum secara transparan.

“Gelar perkara bisa secara (disiarkan) live agar publik bisa melihat dengan jernih kasus ini dan mengetahui secara terbuka isi dan keterangan pelapor, terlapor, dan ahli,” kata Tito di Istana Kepresidenan, Sabtu (5/11).

Relawan Jokowi di Daerah Juga Akan Laporkan Ahmad Dhani ke Polisi

Relawan Jokowi di Daerah Juga Akan Laporkan Ahmad Dhani ke PolisiJakarta – Orasi yang dilontarkan Ahmad Dhani tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat demonstrasi 4 November lalu menyulut emosi relawan. Orasi itu berbuntut laporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan melakukan penghinaan terhadap presiden.

“Banyak desakan kuat dari anggota relawan baik di Jakarta maupun daerah agar saya sebagai ketua umum LRJ turun tangan. Mereka bahkan mengultimatum saya kalau tidak mengambil langkah hukum mereka akan bergerak ke Jakarta,” kata Ketua Umum Laskar Relawan Jokowi (LRJ) Riano Oscha saat berbincang, Senin (7/11/2016).

Relawan Jokowi di Daerah Juga Akan Laporkan Ahmad Dhani ke Polisi

Riano menyebut anggotanya semua marah karena mendengar ucapan Dhani saat orasi demonstrasi 4 November lalu. Apalagi dalam video yang viral tersebut banyak kata-kata binatang yang ditujukan kepada presiden keluar dari mulut calon wakil bupati (cawabup) Bekasi itu.

“Ini bukan persoalan main-main, ini soal kepala negara. Kami semua tersinggung dengan perkataan dia yang tidak beradab, keterlaluan, sebagai warga negara biasa kami tersinggung apalagi kami adalah relawan Jokowi-JK. Presiden itu kepala negara lho,” tegas dia.

Mengakomodasi permintaan dari anggotanya itulah Riano mengambil jalur hukum dengan melaporkan Dhani ke polisi. Tak hanya itu sebagian besar anggotanya juga berniat melaporkan pentolan grup band Dewa 19 itu ke polisi.

“Saya yakin banyak rakyat Indonesia seluruhnya tersinggung karena presiden itu simbol negara. Mereka di daerah akan tuntut proses hukum terhadap Dhani. Saya bilang jangan sampai reaksioner dan cara anarkis. Saya minta mereka tunjukkan juga secara koridor hukum dan mereka di daerah mau buat laporan juga,” katanya.

Sebelumnya diberitakan belasan relawan Jokowi pada Minggu (6/11) dini hari melaporkan Ahmad Dhani ke Polda Metro Jaya. Dua kelompok ini mengatasnamakan dirinya PROJO dan Laskar Relawan Jokowi (LRJ).

Hari ini Ahok Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Terkait Dugaan Penistaan Agama

Hari ini Ahok Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Terkait Dugaan Penistaan AgamaJakarta – Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Ahok diperiksa terkait laporan dugaan penistaan agama saat dirinya bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu pada Rabu (30/9) lalu. Hari ini Ahok Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Terkait Dugaan Penistaan Agama.

Informasi yang dihimpun, Ahok akan diperiksa di Bareskrim Polri sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (7/11/2016). Belum diketahui apakah Ahok akan didampingi pengacara atau tidak.

Hari ini Ahok Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Terkait Dugaan Penistaan Agama

Ahok sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk diperiksa oleh Bareskrim Polri. Kedatangannya ke Bareskrim sebagai bentuk kewajibannya sebagai warga negara.

“Warga negara yang baik, kalau dipanggil harus datang. Wajib,” kata Ahok blusukan di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Kamis (3/11).

Ahok dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) bersama Novel Bakmumin pada Kamis (6/10). Ahok dianggap telah melakukan penistaan agama karena telah menyinggung soal surat Al Maidah ayat 51 saat berbincang dengan warga di Kepulauan Seribu.

Tak hanya itu, Sejumlah orang mengatasnamakan diri Forum Anti Penisataan Agama (FUPA) yang terdiri dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (IKA UMSU) se-Jabodetabek, Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah se-nusantara (Kauman) dan Lembaga Advoksi Konsumen Muslim Indonesia (LAKMI), juga melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya pada Jumat (7/10).

Ahok sendiri sebelumnya telah mendatangi Bareskrim Polri terkait laporan tersebut pada Senin (24/10). “Kasus Pulau Seribu, Surat Al Maidah,” kata Ahok mengenai maksud kedatangannya ke Bareskrim.

Diketahui, pihak Bareskrim juga telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait kasus ini.